Jangkau Daerah yang Belum Banyak Digarap
Dirhamsyah menambahkan, salah satu strategi yang membedakan Maxim dari para pesaingnya adalah ekspansi agresif ke kota lapis kedua dan ketiga.
Saat ini, Maxim mengeklaim telah beroperasi di lebih dari 400 kota dan kabupaten di Indonesia, termasuk wilayah di luar pusat ekonomi utama seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.
Perusahaan juga telah menjangkau sejumlah daerah di Indonesia Timur yang selama ini relatif terbatas akses layanan digitalnya.
Baca juga: Maxim Komentari Wacana Merger GoTo-Grab dan Risiko Monopoli
“Cakupan operasional kami bisa dibilang sangat besar karena sudah ada di lebih dari 400 kota dan kabupaten. Tidak hanya di kota besar, tetapi juga sampai ke daerah-daerah di seluruh Indonesia,” ujar Dirhamsyah.
Andalkan Harga dan Kecepatan Layanan
Selain memperluas jangkauan layanan, Maxim juga mengandalkan tarif yang kompetitif serta kecepatan layanan untuk menarik pengguna.
Menurut perusahaan, kombinasi jumlah mitra yang besar dan jaringan operasional yang luas memungkinkan pengguna memperoleh pengemudi dalam waktu singkat.
“Kami memastikan layanan tetap terjangkau dan pengemudi bisa datang dengan cepat karena ketersediaan armada yang memadai,” tandasnya.
Baca juga: Masuk Persaingan Dompet Digital, Maxim Perkuat Maxim Wallet KasPro
Di tengah persaingan yang semakin ketat, strategi tersebut menjadi upaya Maxim untuk mempertahankan relevansi sekaligus memperluas pangsa pasar ride-hailing di Indonesia. (*)
Editor: Yulian Saputra


