Poin Penting
- Maxim mengandalkan layanan roda dua sebagai sumber pendapatan utama untuk bersaing di pasar ride-hailing Indonesia.
- Perusahaan telah beroperasi di lebih dari 400 kota dan kabupaten, termasuk wilayah Indonesia Timur dan kota lapis kedua serta ketiga.
- Tarif kompetitif dan kecepatan layanan menjadi strategi utama untuk menarik pengguna dan mempertahankan pertumbuhan bisnis.
Jakarta – Di tengah dominasi dua raksasa ride-hailing nasional, Gojek dan Grab, Maxim Indonesia terus mencari celah untuk memperbesar pangsa pasar. Alih-alih bertarung langsung di semua lini bisnis, aplikator asal Rusia ini memilih fokus pada layanan transportasi roda dua, ekspansi ke daerah, serta menawarkan tarif yang kompetitif.
Bagi sebagian masyarakat Indonesia, Maxim identik dengan ongkos perjalanan yang lebih ramah di kantong. Namun, di balik citra tersebut, terdapat strategi bisnis yang dirancang untuk bersaing di tengah ketatnya persaingan industri yang selama ini didominasi oleh Gojek dan Grab.
Development Director Maxim Indonesia Dirhamsyah mengungkapkan, perusahaan terus memperkuat cengkraman bisnis di pasar ride-hailing Tanah Air dengan mengandalkan layanan transportasi roda dua sebagai tulang punggung bisnis.
“Memang karena Maxim masih lebih fokus di transportasi, terutama roda dua. Mayoritas pendapatan kami dari roda dua dibandingkan dengan kompetitor lainnya,” ujarnya, di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.
Baca juga: Maxim Kaji Aturan Komisi Ojol 8 Persen, Sebut Skema 15 Persen Masih Ideal
Menurutnya, strategi tersebut sejalan dengan karakteristik pasar Indonesia yang masih menjadikan sepeda motor sebagai moda transportasi utama dalam aktivitas sehari-hari.
Bertahan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Di tengah ketidakpastian ekonomi yang turut memengaruhi industri ride-hailing, Maxim mengaku mampu menjaga stabilitas jumlah mitra pengemudi.
Saat ini, jumlah mitra pengemudi Maxim di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 1 juta orang. Angka tersebut terus bertambah seiring ekspansi layanan perusahaan ke berbagai wilayah.
“Kalau dibilang ada peningkatan besar, tidak juga. Tetapi jumlah mitra kami tetap stabil dan sudah mencapai jutaan,” jelasnya.
Baca juga: Mengapa Maxim Belum Terapkan Komisi Ojol 8 Persen? Ini Alasannya
Keberadaan jutaan mitra tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung kualitas layanan perusahaan. Maxim mengeklaim mampu menghadirkan pengemudi dalam waktu sekitar 3-5 menit setelah pengguna melakukan pemesanan.
Dalam bisnis transportasi online, kecepatan memperoleh pengemudi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kepuasan pelanggan. Karena itu, perusahaan terus menjaga ketersediaan armada di berbagai daerah.
Kejar Pertumbuhan Pengguna hingga Mitra
Setelah delapan tahun beroperasi, aplikasi Maxim telah mencatat lebih dari 100 juta unduhan di berbagai platform toko aplikasi.
Meski demikian, Dirhamsyah menegaskan bahwa ukuran keberhasilan bisnis tidak hanya dilihat dari jumlah unduhan aplikasi.
“Kami menargetkan terus tumbuh dari tahun ke tahun. Bukan hanya jumlah unduhan, tetapi juga jumlah mitra yang teregistrasi dan total order yang diterima para mitra,” ujarnya.
Baca juga: Kabar Baik! Maxim Beri Komisi 0-1 Persen dan BPJS Gratis untuk Driver Disabilitas
Menurutnya, pertumbuhan jumlah mitra aktif dan transaksi menjadi indikator yang lebih relevan dalam mengukur perkembangan bisnis perusahaan.
Jangkau Daerah yang Belum Banyak Digarap
Dirhamsyah menambahkan, salah satu strategi yang membedakan Maxim dari para pesaingnya adalah ekspansi agresif ke kota lapis kedua dan ketiga.
Saat ini, Maxim mengeklaim telah beroperasi di lebih dari 400 kota dan kabupaten di Indonesia, termasuk wilayah di luar pusat ekonomi utama seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.
Perusahaan juga telah menjangkau sejumlah daerah di Indonesia Timur yang selama ini relatif terbatas akses layanan digitalnya.
Baca juga: Maxim Komentari Wacana Merger GoTo-Grab dan Risiko Monopoli
“Cakupan operasional kami bisa dibilang sangat besar karena sudah ada di lebih dari 400 kota dan kabupaten. Tidak hanya di kota besar, tetapi juga sampai ke daerah-daerah di seluruh Indonesia,” ujar Dirhamsyah.
Andalkan Harga dan Kecepatan Layanan
Selain memperluas jangkauan layanan, Maxim juga mengandalkan tarif yang kompetitif serta kecepatan layanan untuk menarik pengguna.
Menurut perusahaan, kombinasi jumlah mitra yang besar dan jaringan operasional yang luas memungkinkan pengguna memperoleh pengemudi dalam waktu singkat.
“Kami memastikan layanan tetap terjangkau dan pengemudi bisa datang dengan cepat karena ketersediaan armada yang memadai,” tandasnya.
Baca juga: Masuk Persaingan Dompet Digital, Maxim Perkuat Maxim Wallet KasPro
Di tengah persaingan yang semakin ketat, strategi tersebut menjadi upaya Maxim untuk mempertahankan relevansi sekaligus memperluas pangsa pasar ride-hailing di Indonesia. (*)
Editor: Yulian Saputra


