Poin Penting
- Bank of America mencatat EPS USD1,21 dan pendapatan USD31,6 miliar, melampaui ekspektasi pasar sehingga saham naik 1,6 persen
- Laba bersih naik 27 persen menjadi USD9,1 miliar, didorong lonjakan investment banking 50 persen dan trading 33 persen
- Simpanan dan pinjaman terus tumbuh, sementara penyisihan kerugian kredit turun menjadi USD1,4 miliar.
Jakarta – Saham Bank of America Corp. menguat pada perdagangan Selasa (15/7), usai bank terbesar kedua di Amerika Serikat itu mencatat kinerja keuangan kuartal II 2026 yang melampaui ekspektasi pasar.
Penguatan laba sendiri didorong oleh lonjakan pendapatan dari bisnis perbankan investasi serta aktivitas perdagangan (trading).
Pada awal perdagangan di Bursa New York, saham Bank of America naik sekitar 1,6 persen setelah laporan keuangan perseroan dirilis.
Adapun, Bank of America mencatat laba per saham (earnings per share/EPS) yang disesuaikan sebesar USD1,21, lebih tinggi dibandingkan proyeksi analis sebesar USD1,12.
Sementara itu, pendapatan perusahaan mencapai USD31,6 miliar, melampaui konsensus pasar sebesar USD30,67 miliar.
Secara tahunan (year on year/yoy), pendapatan meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD27,4 miliar.
Baca juga: Sedia Payung Menyikapi Sinyal Pelemahan Ekonomi
Laba Bersih Naik 27 Persen
Bank of America juga mencatat laba bersih sebesar USD9,1 miliar, naik 27 persen dibandingkan kuartal II 2025 yang mencapai USD7,2 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang meningkat 9 persen menjadi USD16 miliar.
Perseroan menjelaskan, peningkatan NII didorong oleh pertumbuhan saldo pinjaman dan simpanan, pendapatan yang lebih tinggi dari bisnis Global Markets, serta repricing aset berbunga tetap. Namun, kenaikan tersebut sebagian diimbangi oleh penurunan tingkat suku bunga.
Kinerja bisnis investasi juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pendapatan dari perbankan investasi (investment banking) melonjak 50 persen menjadi USD2,1 miliar.
Baca juga: JP Morgan Proyeksi Harga Emas Tembus USD6.300 pada 2027
Adapun pendapatan dari bisnis penjualan dan perdagangan (sales and trading) meningkat 33 persen menjadi USD7,1 miliar.
“Tim ini menghasilkan salah satu kuartal terkuat kami hingga saat ini, dengan laba per saham naik 34 persen secara tahunan. Setiap segmen bisnis mencatat pertumbuhan laba bersih dua digit dan imbal hasil ekuitas yang kuat,” kata Brian Moynihan, Chairman dan CEO Bank of America, dikutip Investing, Rabu, 15 Juli 2026.
Pertumbuhan Pinjaman dan Simpanan Berlanjut
Sementara itu, Bank of America juga membukukan pertumbuhan berkelanjutan pada bisnis inti. Di mana, rata-rata saldo simpanan meningkat menjadi USD2,02 triliun, menandai kuartal ke-12 berturut-turut dengan pertumbuhan secara berurutan (sequential growth).
Sementara itu, rata-rata pinjaman dan pembiayaan (loans and leases) naik 8 persen menjadi US$1,22 triliun, sekaligus menjadi kuartal kesembilan berturut-turut yang mencatat pertumbuhan.
Di sisi lain, penyisihan kerugian kredit turun menjadi USD1,4 miliar, dibandingkan USD1,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan kualitas aset yang relatif tetap terjaga.
Analis Nilai Prospek Tetap Positif
Meski membukukan kinerja yang melampaui ekspektasi, beban nonbunga Bank of America meningkat 8 persen menjadi USD18,6 miliar. Kenaikan itu dipicu oleh investasi perusahaan pada sumber daya manusia, penguatan merek, serta pengembangan teknologi.
Namun demikian, rasio efisiensi perusahaan membaik menjadi 59 persen, sedangkan leverage operasional mencapai 6,6 persen.
Analis Jefferies David Chiaverini menilai hasil kuartal kedua Bank of America tergolong positif, terutama karena ditopang oleh kuatnya bisnis perbankan investasi dan perdagangan.
Meski demikian, menurut Brian, perhatian investor selanjutnya akan tertuju pada proyeksi manajemen terkait prospek pendapatan bunga bersih (NII), margin bunga bersih (NIM), kecepatan repricing neraca, serta kemungkinan perubahan panduan kinerja perusahaan untuk sisa tahun ini. (*)
Editor: Galih Pratama


