Poin Penting
- Pengadilan Turki menerbitkan surat perintah penahanan internasional terhadap Benjamin Netanyahu melalui mekanisme Interpol.
- Langkah hukum tersebut berkaitan dengan penyelidikan atas penangkapan aktivis Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan ke Gaza.
- Turki menilai tindakan Israel terhadap kapal bantuan kemanusiaan melanggar hukum internasional.
Moskow – Sebuah pengadilan di Istanbul, Turki, menerbitkan surat perintah penahanan internasional terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui mekanisme Interpol. Langkah tersebut diambil dalam perkara yang berkaitan dengan penangkapan aktivis Global Sumud Flotilla.
Mengutip laporan harian Sabah yang dilansir Antara, majelis hakim Pengadilan Pidana Nomor 11 Istanbul memutuskan menempatkan Netanyahu sebagai terdakwa dalam proses hukum tersebut dan menerbitkan surat perintah penahanan internasional.
Sebelumnya, pada November 2025, Kejaksaan Istanbul juga telah mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap Netanyahu dan sejumlah pejabat Israel lainnya terkait dugaan genosida di Jalur Gaza.
Penyelidikan baru dibuka otoritas Turki setelah aparat Israel menangkap peserta Global Sumud Flotilla yang berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza pada Oktober lalu.
Baca juga: Aktivis Global Sumud Flotilla Disiksa-Disetrum di Tahanan Israel, RI Kutuk Keras
Setelah para aktivis dideportasi dari Israel, tim dokter, termasuk psikolog yang memeriksa mereka, menyerahkan bukti-bukti yang disebut sebagai dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan kepada pengadilan.
Para peserta Global Sumud Flotilla menyatakan misi mereka adalah mengantarkan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina di Gaza.
Turki Kecam Tindakan Israel
Kementerian Luar Negeri Turki sebelumnya menyebut tindakan angkatan laut Israel terhadap kapal bantuan tersebut sebagai aksi pembajakan. Ankara menilai serangan terhadap aktivis perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Baca juga: Israel Bebaskan 9 WNI Relawan Gaza, Kini Dipulangkan lewat Turki
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga berulang kali mengkritik Benjamin Netanyahu di tengah operasi militer Israel terhadap Iran dan konflik dengan Hamas. Erdogan menegaskan Turki akan terus mendukung negara dan masyarakat yang menjadi korban agresi Israel. (*)


