Poin Penting
- Penggunaan paylater untuk modal usaha meningkat, dengan pengguna Kredivo melonjak 10 kali lipat sejak 2019
- Perempuan, generasi muda, dan UMKM menjadi kelompok signifikan penerima akses kredit pertama
- Kredit digital tetap sehat, dengan rata-rata rasio utang pengguna hanya 10–19 persen dari pendapatan.
Jakarta – Penggunaan layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater untuk kebutuhan produktif semakin meningkat. Salah satunya, pemanfaatan pinjaman untuk modal usaha pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
PT Kredivo Finance Indonesia mencatat jumlah pengguna yang memperoleh akses kredit untuk modal usaha melalui Kredivo pada 2025 meningkat 10 kali lipat dibandingkan 2019.
Temuan tersebut tercantum dalam Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo 2026 yang disusun Kredivo Group bersama Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI).
Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI, Paksi Walandouw mengatakan, sebanyak 48 persen pengguna yang memperoleh akses kredit pertama melalui Kredivo merupakan perempuan. Sementara 57 persen berusia di bawah 30 tahun.
Baca juga: Paylater Bank vs Fintech Makin Sengit, Kredivo Ungkap Keunggulannya
“Di antaranya perempuan dan 57 persen berusia di bawah 30 tahun, yaitu dua kelompok yang secara historis sulit terjangkau layanan kredit karena minimnya riwayat keuangan,” ujarnya, di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
Selain itu, sebanyak 23 persen pengguna mengaku Kredivo mempermudah akses mereka ke layanan kredit formal lainnya.
Di segmen UMKM, 40,6 persen peminjam modal usaha memperoleh akses kredit usaha pertamanya melalui Kredivo.
“Perempuan, generasi muda, dan pelaku UMKM merupakan kelompok yang paling sulit dijangkau sistem keuangan formal, namun justru menjadi bagian signifikan dari penerima akses kredit pertama melalui Kredivo,” jelasnya.
Rasio Utang Pengguna Kredivo di Level Aman
Di tengah semakin luas dan mudahnya akses ke kredit digital, pengguna Kredivo menunjukkan perilaku peminjaman yang sehat dan bertanggung jawab. Rata-rata Debt-to-Income Ratio (tingkat kesehatan rasio utang) berada di kisaran 10–19% dari total pendapatan atau tergolong sangat aman.
Baca juga: Kredivo Klaim NPF Masih di Bawah 5 Persen, Ini Cara Jaga Kredit Tetap Sehat
Temuan tersebut juga mengungkap, sebanyak 58,7 persen pengguna yang teraktivasi dan bertransaksi pada 2023 memperoleh kenaikan limit berkat rekam jejak pembayaran yang disiplin, sementara 65,7 persen pengguna tergolong well-literate secara finansial.
Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan akses kredit digital tidak membuat rasio pinjaman pengguna keluar dari batas aman, selama diiringi penggunaan yang disiplin dan bertanggung jawab.
Sementara, Head of Marketing Kredivo, Indina Andamari, mengatakan bahwa paylater sebagai titik awal bagi masyarakat untuk membangun reputasi finansialnya. Fokus perusahaan yakni memastikan akses tersebut dimanfaatkan secara bertanggung jawab melalui edukasi, inovasi produk, dan praktik penyaluran kredit yang prudent.
“Ketika akses diikuti perilaku finansial yang sehat, manfaatnya dapat dirasakan dalam peluang ekonomi yang semakin luas bagi pengguna,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


