Poin Penting
- UVCR optimistis kinerja 2026 terus tumbuh, ditopang fundamental bisnis yang solid dan fokus pada kebutuhan pelanggan
- Pendapatan semester I 2026 naik menjadi Rp628 miliar, dari Rp400 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya
- Pelanggan korporasi melonjak hampir dua kali lipat menjadi sekitar 700 klien, yang mendorong bisnis gifting, digital voucher, dan loyalty solution.
Jakarta – PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), pengelola platform reward dan gift card digital Ultra Voucher, optimistis kinerja perseroan hingga akhir 2026 masih mampu melanjutkan pertumbuhan.
Direktur UVCR Riky Boy H Permata mengatakan, optimisme tersebut ditopang oleh fundamental bisnis yang solid sepanjang semester I 2026, serta pertumbuhan signifikan pada segmen pelanggan korporasi.
“Ya sudah pasti kita akan berfokus pada peningkatan bisnis kembali ke fundamental kami dan kami percaya dengan kita berfokus pada bisnis dari ultra-voucher sendiri dan fokus kepada kebutuhan dari customer kita, itu akan memberikan manfaat juga sudah pasti kepada pendapatan dan juga ekspansi daripada bisnis kita juga,” ucap Riky dalam Public Expose Live di Jakarta, 10 September 2026.
Baca juga: ACES Jaga Pertumbuhan, Penjualan Bersih Ditarget Naik hingga 8 Persen di 2026
Dari sisi pendapatan, perseroan mencatatkan pertumbuhan signifikan. Pendapatan pada semester I 2025 yang tercatat Rp400 miliar meningkat menjadi Rp628 miliar pada semester I 2026.
Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh ekspansi di pasar business-to-business (B2B). Basis pelanggan korporasi yang menggunakan solusi gifting dan loyalty UVCR juga meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jumlah corporate customer kita juga tahun lalu mungkin kurang lebih totalnya sekitar 350 atau mendekati 400 corporate customer. Di tahun ini corporate customer kita sudah mencapai 700 corporate customers yang membeli UV gift card yang membeli digital voucher, gifting solution dan loyalty solution,” imbuhnya.
Baca juga: Kinerja Danantara: Klaim Laba “Jumbo” Tanpa Laporan Keuangan
Dengan perluasan basis pelanggan korporasi, pengembangan produk, serta penetrasi pasar yang semakin luas, manajemen optimistis pertumbuhan bisnis akan turut menopang kinerja keuangan perseroan hingga akhir 2026.
“Sehingga kita percaya dengan ekspansi bisnis, pengembangan produk dan pengembangan market, itu juga pasti akan sejalan lurus dengan peningkatan dari pendapatan, laba kotor, dan juga laba bersih kita juga,” tutup Riky. (*)
Editor: Galih Pratama


