Poin Penting
- Laba bersih MSIG Life pada semester I 2026 mencapai Rp181 miliar, melonjak 69 persen yoy dari Rp107 miliar, ditopang pertumbuhan bisnis dan efisiensi operasional
- Kinerja bisnis menguat, tercermin dari APE Rp691 miliar, CSM tumbuh 8 persen menjadi Rp913 miliar, serta premi lanjutan naik 27 persen menjadi Rp1 triliun
- Strategi pertumbuhan berkelanjutan difokuskan pada perluasan distribusi, digitalisasi dan AI, serta inovasi produk melalui tiga prioritas: scale, simplify, dan sustain.
Jakarta – PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) menorehkan catatan positif sepanjang semester I 2026, dengan raihan laba bersih sebesar Rp181 miliar. Pencapaian itu melonjak 69 persen year on year (yoy) ketimbang Rp107 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Lonjakan laba bersih perseroan tidak hanya ditopang pertumbuhan bisnis yang berkualitas, tapi juga operasional yang semakin efisien.
Herman Sulistyo, Director & Chief Strategic Distribution, Government & Partnership Officer MSIG Life, mengungkapkan, sepanjang enam bulan pertama 2026, perseroan berhasil menjaga kualitas pertumbuhan dan penguatan fundamental.
Kinerja pendapatan premi baru yang disetahunkan (APE) mencapai Rp691 miliar. Sedangkan Contractual Service Margin (CSM), yang mencerminkan keuntungan masa depan dari kontrak asuransi yang berjalan dan dibukukan secara bertahap sepanjang masa pertanggungan, tumbuh 8 persen, atau menjadi Rp913 miliar.
Baca juga: MSIG Life Bayar Klaim Kesehatan dan Meninggal Dunia Rp545 M di Semester I 2026
Lalu, premi lanjutan juga tercatat mencapai Rp1 triliun, atau meningkat 27 persen secara tahunan. Sementara dari sisi fundamental, ekuitas MSIG Life tercatat sebesar Rp8,2 triliun, jauh melampaui ketentuan minimum tertinggi bagi perusahaan asuransi dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23 Tahun 2023, yaitu Rp1 triliun yang wajib dipenuhi paling lambat 31 Desember 2028.
“Kinerja paruh pertama 2026 menunjukkan kami berada pada jalur yang tepat dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang berkualitas. Pencapaian ini terbentuk dari disiplin pengelolaan biaya, penguatan produktivitas operasional, serta peningkatan kepuasan nasabah,” papar Herman dalam Public Expose Insidentil MSIG Life, Kamis, 10 September 2026.
Sementara, Elly Susanti, Director & Chief Operating & IT Officer MSIG Life, pencapaian itu juga tidak lepas dari strategi perseroan yang berfokus pada ekspansi dan optimalisasi distribusi multi-kanal, investasi pada digital dan AI, serta inovasi produk bagi kebutuhan nasabah yang semakin beragam. Strategi ini terbukti berhasil meningkatkan produktivitas perseroan hingga 23 persen.
Mengacu pada standar IFRS 17, per Juni 2026 perseroan tercatat membukukan pendapatan asuransi sebesar Rp1,0 triliun, naik 9 persen ketimbang Rp0,9 triliun di periode sebelumnya. Di sisi lain, beban jasa asuransi berhasil ditekan turun tipis 1 persen menjadi Rp993 miliar.
Baca juga: LPS Bongkar Alasan Asuransi Belum Jadi Prioritas Masyarakat
Dalam mendorong pertumbuhan berkualitas, lanjut Elly, perseroan fokus pada tiga prioritas, yakni scale (memperluas jangkuan distribusi), simplify (kemudahan bagi nasabah(, dan sustain (menjaga penciptaan nilai).
“Pertumbuhan MSIG Life tidak hanya mengejar skala, tapi menghasilkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” tegas Elly. (*) Ari Astriawan


