Poin Penting
- BEI mencatat kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp11.200 triliun pada 2026, menempatkan Indonesia di peringkat ke-20 global
- Jumlah investor pasar modal menembus 30,2 juta, dengan tambahan 9,9 juta investor dalam 7,5 bulan, menjadi pertumbuhan tertinggi dalam sejarah pasar modal Indonesia
- BEI telah mencatatkan tujuh IPO baru hingga Agustus 2026 dan tetap berada di posisi kedua ASEAN, sementara nilai transaksi harian mencapai Rp22,3 triliun.
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kapitalisasi pasar modal Indonesia sepanjang 2026 mencapai Rp11.200 triliun. Dengan capaian tersebut, posisi pasar modal Indonesia berada di peringkat ke-20 secara global.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, nilai transaksi harian pasar modal Indonesia juga tergolong besar. Hingga saat ini, rata-rata transaksi harian tercatat mencapai Rp22,3 triliun atau setara dengan sekitar USD1,2-1,3 miliar.
Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-18 secara global dari sisi nilai transaksi harian.
Selain itu, peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) Emas pada Senin (10/8) semakin memperkuat posisi BEI sebagai bursa multi aset atau multi asset class exchange. BEI tidak hanya memperdagangkan instrumen ekuitas, tetapi juga surat berharga dan sukuk.
Baca juga: Investor RI Makin Melek Diversifikasi, Minat Saham AS Melonjak
Dari sisi supply, aktivitas pencatatan saham baru juga terus berjalan. Hingga saat ini, BEI telah mencatatkan tujuh IPO saham baru, dengan satu di antaranya masuk kategori lighthouse IPO. Dengan demikian, total perusahaan tercatat di BEI telah mencapai 962 emiten.
“Tujuh pencatatan saham baru mungkin relatif rendah dibanding dengan rata-rata tahun sebelumnya, tetapi kalau kita kondisi pasar global, kondisi yang sama juga dialami oleh bursa-bursa lain. Sehingga kalau kita melihat tujuh emiten baru itu masih menempatkan BEI di urutan kedua di regional ASEAN,” ucap Jeffrey dalam Konferensi Pers HUT Pasar Modal dikutip, 11 Agustus 2026.
Di tengah kondisi pasar yang masih penuh tantangan, jumlah investor pasar modal justru terus menunjukkan pertumbuhan. BEI mencatat jumlah investor telah mencapai 30,2 juta atau bertambah 9,9 juta investor hanya dalam kurun waktu 7,5 bulan.
Baca juga: Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat, Mengapa Investor Jual Saham dan Rupiah Melemah?
“Penambahan Investor 9,9 juta adalah pertumbuhan tertinggi dalam sejarah pasar modal Indonesia,” imbuhnya.
Oleh karena itu, BSI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) dalam ekosistem pasar modal Indonesia akan terus berkomitmen mendukung seluruh delapan aksi percepatan reformasi pasar modal Indonesia. (*)
Editor: Galih Pratama


