Poin Penting
- JBS Perkasa investasi Rp50 miliar untuk membangun pabrik pintu baja baru di Tangerang
- Pabrik berkapasitas 15 ribu unit per bulan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026
- JBS Perkasa optimistis tumbuh meski properti melambat, ditopang pasar primary dan secondary.
Tangerang – Di tengah perlambatan pasar properti, PT Jaya Bersama Saputra Perkasa (JBS Perkasa), produsen pintu baja Fortress justru melakukan ekspansi untuk memperbesar kapasitas bisnisnya. JBS Perkasa akan segera mengoperasikan pabrik baru di kawasan Tangerang, Banten.
Pabrik baru yang menelan investasi tahap awal senilai Rp50 miliar itu ditargetkan bisa memproduksi 15 ribu unit pintu baja setiap bulannya. Angka itu selaras dengan rata-rata penjualan pintu baja fortress dalam beberapa tahun terakhir.
Joni Effendi, Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Founder JBS Perkasa mengungkapkan, investasi tahap awal besar Rp50 miliar itu mencakup pembelian lahan, bangunan fisik pabrik, pembelian mesin dan bahan baku.
“Tahap pertama ini investasi yang diperlukan sekitar Rp50 miliar. Nanti setelah perjalanan kita akan kembangkan lagi untuk layanan-layanan produksi yang baru, mungkin di next year,” jelas Joni kepada wartawan usai kunjungan pabrik baru Fortress di Tangerang, Selasa, 1 September 2026.
Baca juga: Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional, Ini Pabrik yang Disiapkan
Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 10.700 meter persegi di kawasan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Saat ini, bangunan fisik pabrik sudah siap digunakan. JBS Perkasa sedang menunggu pengiriman mesin produksi dari China yang diperkirakan tiba di pertengah September 2026 ini.
“Mesin akan datang beberapa hari lagi. Kita akan mulai commisioning di kuartal IV 2026,” lanjutnya.
Di tengah perlambatan sektor properti, JBS Perkasa tetap optimis bisa tumbuh. Menurut Joni, selain melayani pasar rumah baru, produknya pun masuk ke segmen secondary. Jadi meski pasar primary properti melambat, kebutuhan akan pintu baja tetap tinggi.
Di kesempatan sama, National Sales Director JBS Perkasa, Hens Sumarauw menambahkan, dalam lima tahun terakhir, rata-rata penyerapan pasar terhadap pintu baja Fortress sekitar 15 ribu unit per bulan.
“Jadi 15 ribu kalau dikali 12 bulan kemudian dikali 5 tahun kurang lebih sudah 750 ribu unit selama 5 tahun terakhir. Itu penyerapan untuk semua kalangan,” ujarnya.
Rentang produk pintu baja besutan Fortress memang cukup luas. Mulai dari ekonomis, middle low hingga high end. Harganya mulai dari yang di bawah Rp1 juta hingga Rp57 juta per unit.
Baca juga: Ekspansi Agresif CLEO: Dari Jaringan 500 Cabang hingga Pabrik Baru
Dengan beroperasinya pabrik sendiri, JBS Perkasa tentu berharap bisa lebih optimal dalam menghadirkan beragam produk pintu baja. Selama ini, selain penjualan langsung ke end user, JBS Perkasa juga melayani skema business to business (B2B) maupun business to goverment (B2G).
Adapun untuk menopang pemasaran produknya, JBS Perkasa didukung 18 jaringan cabang yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Selain itu produknya juga tersedia di jaringan toko mitra maupun e-commerce. (*) Ari Astriawan


