Poin penting:
- Prabowo meresmikan ekosistem motor listrik nasional di pabrik ALVA, Cikarang.
- Molinas mencakup manufaktur, baterai, pengisian daya, pembiayaan, dan distribusi.
- Pabrik ALVA memakai teknologi industri 4.0 dan memproduksi satu motor tiap tiga menit.
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meresmikan motor listrik nasional (Molinas) di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8). Peresmian ini membuka tabir pabrik yang disiapkan pemerintah membangun ekosistem kendaraan listrik.
Prabowo ke lokasi dengan menumpang buggy car yang disupiri oleh Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya. Dalam acara tersebut, turut hadir pula Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Kemudian, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, COO Danantara Dony Oskaria, CIO Danantara Pandu Sjahrir dan Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi (KDM).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Agus Subiyanto juga turut mendampingi Prabowo.
Prasetyo menegaskan peluncuran ini bukan sekadar peluncuran merek. Pemerintah menyiapkan ekosistem nasional yang melibatkan industri, pembiayaan, dan pasar.
“Kegiatan ini akan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pembangunan industri motor listrik nasional dan mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi,” kata Pras kepada wartawan.
Baca juga: Prabowo Bocorkan Peluncuran Motor Listrik Nasional dalam Waktu Dekat
Peresmian Motor Listrik Nasional, ALVA Jadi Pusat Perhatian
Prabowo sempat berkeliling ke sejumlah booth motor listrik dan juga meninjau fasilitas produksi. Presiden juga menerima laporan perkembangan Molinas sebelum menyampaikan arahan.
Setelah itu, Prabowo meluncurkan ekosistem Molinas secara resmi. Penandatanganan komitmen bersama para pemangku kepentingan juga dilakukan.
Prasetyo mengatakan motor listrik nasional akan dibangun secara menyeluruh. Cakupannya meliputi manufaktur, komponen, baterai, pengisian daya, dan pergantian baterai.
Ekosistem itu juga menyentuh pembiayaan, distribusi, dan layanan purnajual. Pemerintah ingin seluruh rantai industri bergerak secara terhubung.
PT Len Industri ditunjuk sebagai integrator utama pengembangan Molinas. Perusahaan ini mengoordinasikan kolaborasi antar-pelaku industri dan lembaga terkait.
Pemerintah menilai pengembangan ekosistem ini memperkuat hilirisasi industri nasional. Kapasitas manufaktur dan rantai pasok domestik juga diharapkan meningkat.
Program tersebut membuka peluang kerja baru dan melibatkan UMKM serta koperasi. Pengembangan kendaraan listrik juga diarahkan mendukung ketahanan energi nasional.
Pabrik ALVA Disiapkan untuk Menopang Molinas
Dilansir dari laman resminya, ALVA hadir pada 2022 sebagai pelopor motor listrik lokal Indonesia. Perusahaan ini dikelola PT Ilectra Motor Group, bagian dari PT Indika Energy Tbk.
Pabrik ALVA berdiri di Delta Silicon Industrial Park, Cikarang. Fasilitas ini menerapkan konsep industri 4.0 dalam proses produksinya.
Sensor dan sistem otomatisasi digunakan untuk memantau perakitan secara real time. Kendala produksi dapat terdeteksi lebih cepat melalui pusat pemantauan.
Data produksi terkirim langsung ke pusat pengendalian perusahaan. Efisiensi kerja dan kinerja pekerja juga ikut dipantau.
Di dalam pabrik terdapat tiga area utama produksi. Area tersebut meliputi perakitan, gudang komponen, dan pemeriksaan akhir kualitas.
ALVA juga memakai teknologi automated guided vehicle untuk mengantar komponen. Proses ini tetap didukung sekitar 180 tenaga kerja manusia.
Dalam tiga menit, pabrik mampu menghasilkan satu unit motor listrik. Kecepatan itu menunjukkan kapasitas produksi yang cukup besar.
Baca juga: Purbaya Bocorkan Prabowo Segera Umumkan Insentif Mobil dan Motor Listrik
Molinas Diarahkan Memperkuat Industri Dalam Negeri
ALVA tidak hanya fokus menjual kendaraan listrik. Perusahaan juga mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri.
Sebagian tenaga kerja berasal dari lulusan SMK di Cikarang. Rekrutmen dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Pemerintah menegaskan peresmian Molinas menjadi titik awal pembangunan ekosistem nasional. Pengembangan berikutnya dilakukan bertahap dan terukur.
Menurut Prasetyo, tantangan terbesar muncul setelah peresmian berlangsung. Integrasi industri, pembiayaan, infrastruktur, dan pasar harus berjalan berkelanjutan.
Pemerintah berharap ekosistem motor listrik nasional semakin memperkuat nilai tambah domestik. Manfaat ekonomi dan sosialnya diharapkan dirasakan masyarakat luas. (*)
Editor: Galih Pratama


