Poin Penting
- PT Summit Oto Finance (SOF) resmi merger dengan PT Oto Multiartha (OTO) setelah mendapat persetujuan RUPSLB dan izin OJK.
- SOF menjadi entitas penerima merger, sementara seluruh hak dan kewajiban OTO dialihkan kepada SOF.
- Laba bersih SOF mencapai Rp300,46 miliar pada semester I-2026, tumbuh 206,81 persen secara tahunan.
Jakarta – PT Summit Oto Finance (SOF) dan PT Oto Multiartha (OTO) resmi melakukan penggabungan usaha atau merger. Aksi korporasi tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 1 September 2026 dan mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam merger tersebut, SOF bertindak sebagai entitas penerima, sedangkan OTO melebur ke dalam SOF. Seluruh hak dan kewajiban OTO kemudian dialihkan kepada SOF.
“Sebagai bagian dari transaksi, SOF menerbitkan 9.934 saham baru senilai Rp9,934 miliar yang seluruhnya diambil oleh PT Sinar Mas Multiartha (SMMA). Langkah ini dilakukan guna mematuhi batas maksimal kepemilikan asing sebesar 85 persen sesuai POJK 47/2020,” ucap Corporate Secretary Summit Oto Finance, Silvia Ayuningsih dalam keterangan resmi yang diterima Kamis, 3 September 2026.
Baca juga: SMBC Indonesia Gabungkan Anak Usaha OTO dan SOF, Ini Alasannya
Sebelum merger efektif, SOF yang dipimpin Victoria Rusna telah mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, SOF membukukan laba bersih Rp300,46 miliar pada semester I-2026.
Laba tersebut melonjak 206,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp97,93 miliar.
Dari sisi aset, SOF mencatatkan total aset Rp19,28 triliun pada semester I-2026. Nilai tersebut tumbuh 16,28 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp16,58 triliun.
Aset dan Ekuitas Ikut Tumbuh
Ekuitas SOF juga meningkat 14,67 persen menjadi Rp3,83 triliun pada semester I-2026 dari Rp3,34 triliun pada akhir 2025.
Sementara itu, liabilitas SOF tumbuh 16,69 persen dari Rp13,24 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp15,45 triliun pada semester I-2026.
Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio Non Performing Financing (NPF) SOF tercatat sebesar 0,27 persen pada semester I-2026. Angka tersebut turun dari 0,52 persen pada akhir 2025.
Baca juga: OJK: Pembiayaan Kendaraan Bermotor Tumbuh, Multifinance Masih Dibayangi Tantangan Ekonomi
Merger Diharapkan Perkuat Sinergi
Silvia mengatakan merger dengan OTO diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap operasional dan kondisi keuangan SOF.
“Adapun merger ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional dan kondisi keuangan SOF melalui peningkatan sinergi usaha,” tandas Silvia. (*) Steven Widjaja


