Belanja Kesehatan Berpotensi Terus Meningkat
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Kesehatan Kadin Indonesia, David Utama, mengatakan belanja kesehatan Indonesia saat ini mencapai sekitar 2,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp700 triliun.
Menurutnya, nilai tersebut berpotensi meningkat seiring target pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 8 persen, sehingga sektor kesehatan diproyeksikan menjadi salah satu kontributor penting bagi perekonomian nasional
“White paper ini memberikan baseline yang sangat baik mengenai industri kesehatan Indonesia. Datanya lengkap, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata David.
Baca juga: Kadin Dorong UMKM Naik Kelas lewat Penguatan Ekosistem Digital
Industri Kesehatan Punya Prospek Besar
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia, mengatakan penyusunan White Paper telah dimulai sejak 2025 untuk memetakan kondisi industri kesehatan nasional, kontribusinya terhadap perekonomian, serta arah pengembangannya ke depan.
Menurut Lucia, sejumlah faktor akan menjadi pendorong pertumbuhan industri kesehatan, mulai dari meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, hingga perluasan program skrining kesehatan nasional.
“White Paper Industri Kesehatan disusun untuk memotret kondisi industri kesehatan di Indonesia, dampaknya terhadap perekonomian, serta memberikan rekomendasi agar investasi di sektor kesehatan dapat tumbuh lebih baik,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra

