Poin Penting
- IHSG diproyeksikan bergerak di rentang 6.200-6.350 pada perdagangan Rabu (12/8).
- Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas EMA-20 sehingga peluang konsolidasi tetap terbuka.
- Ketidakpastian geopolitik AS-Iran kembali mendorong harga minyak Brent mendekati 90 dolar AS per barel.
Jakarta – Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di rentang 6.200-6.350 pada perdagangan hari ini, Rabu (12/8).
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan akan bergerak berada dalam rentang pergerakan 6.200-6.350,” katanya dalam riset harian di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
IHSG pada perdagangan kemarin (11/8) ditutup melemah 1,53 persen, dipicu oleh aksi tekan pada saham-saham sektor keuangan, serta sektor barang konsumen primer atau non-siklikal.
“Kendati demikian, secara teknikal posisi IHSG masih mampu tertahan di atas garis indikator EMA-20, menjaga peluang konsolidasi yang relatif terjaga,” imbuhnya.
Baca juga: IHSG Ditutup Lanjut Menurun 1,53 Persen, Sektor Industrial Pimpin Pelemahan
Sementara itu, indeks utama bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah. Nasdaq turun 0,60 persen, Dow Jones melemah 0,34 persen, dan S&P 500 terkoreksi 0,32 persen. Adapun NYSE Composite menguat tipis 0,07 persen.
Ketidakpastian pasar meningkat akibat kebuntuan (deadlock) dalam negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Baca juga: OJK Beberkan Pemicu IHSG Terkoreksi 25,87 Persen Sejak Awal 2026
Meski demikian, Pakistan terus mengupayakan jalur diplomasi agar proses negosiasi antara kedua negara tetap berlanjut.
Kebuntuan diplomasi tersebut kembali mendorong harga minyak mentah acuan Brent mendekati 90 dolar AS per barel. Kondisi ini memicu kekhawatiran baru terhadap ketegangan pasokan energi global. (*)
Editor: Yulian Saputra


