Poin Penting
- Bank Mandiri menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,34 persen dari sebelumnya 5,2 persen.
- Ekonomi Indonesia tumbuh 5,6 persen pada kuartal I dan 5,29 persen pada kuartal II 2026.
- Belanja pemerintah dan investasi menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026.
Jakarta – Bank Mandiri memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,34 persen sepanjang 2026. Proyeksi ini naik dari perkiraan sebelumnya yang berada di level 5,2 persen.
Head of Macroeconomic & Financial Market Research Departemen Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, mengatakan perekonomian Indonesia masih cukup kuat meski menghadapi berbagai gejolak global.
“Kami melihat mungkin pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5,34 persen, di atas proyeksi kami sebelumnya di 5,2 persen,” kata Dian dalam Mandiri Macro and Market Brief Kuartal III 2026, di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Baca juga: Ekonomi RI Tertinggal dari Vietnam, Bos BI: Inflasi Kita Lebih Manageable
Dian menjelaskan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,6 persen secara tahunan pada kuartal I 2026. Pertumbuhan kemudian sedikit melambat menjadi 5,29 persen pada kuartal II 2026.
Dengan capaian tersebut, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I 2026.
Lebih lanjut, menurut Dian, pertumbuhan pada paruh pertama tahun ini salah satunya ditopang oleh belanja pemerintah yang tumbuh cukup kuat. Pada kuartal II 2026, belanja pemerintah tumbuh 16 persen, meski melambat dibandingkan kuartal I yang mencapai 21 persen.
Baca juga: Belanja Kelompok Bawah dan Menengah Naik, Ini Pendorongnya
Belanja Pemerintah Jadi Penopang
Dian mengatakan, belanja pemerintah masih banyak diarahkan untuk sejumlah program prioritas. Di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan infrastruktur.
“Tentunya belanja pemerintah ini masih sangat ditopang oleh akselerasi atau percepatan belanja terkait dengan program-program prioritas Antara lain MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan juga belanja infrastruktur. Ya sebenarnya kita melihat belanja infrastruktur juga cukup menopang pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua,” pungkasnya.
Selain belanja pemerintah, investasi juga ikut menopang pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal II 2026, investasi tumbuh 6,87 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra


