Poin Penting
- Belanja kelompok masyarakat bawah dan menengah meningkat pada Agustus 2026 setelah melambat sepanjang Juli.
- Pertumbuhan belanja kelompok bawah mencapai 7,4 persen dan kelompok menengah 6,8 persen secara tahunan.
- Pertumbuhan belanja di Kalimantan dan Sulawesi tercatat lebih tinggi dibandingkan Jawa.
Jakarta – Mandiri Spending Index (MSI) mencatat belanja masyarakat kelompok bawah dan menengah kembali meningkat pada Agustus 2026, setelah mengalami perlambatan sepanjang Juli.
Head of Macroeconomic & Financial Market Research Departemen Bank Mandiri Dian Ayu Yustina menyebutkan, pertumbuhan belanja kelompok bawah dan menengah masing-masing mencapai 7,4 persen dan 6,8 persen secara tahunan (yoy) hingga minggu ketiga Agustus 2026.
“Belanja untuk lower dan middle ini menguat pada Agustus. Kelihatan di situ pertumbuhannya yang lower mencapai 7,4 persen, yang middle mencapai 6,8 persen,” ujar Dian dalam Mandiri Macro and Market Brief Kuartal III 2026, Kamis, 3 September 2026.
Baca juga: Belanja Masyarakat RI Naik 6 Persen, Kelas Atas dan Bawah Jadi Motor
Dian menjelaskan, peningkatan belanja tersebut sejalan dengan penyaluran bantuan sosial (bansos) dan stimulus ekonomi pada kuartal III 2026.
Salah satunya melalui penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako periode Juli-September yang mulai dilakukan sejak 20 Juli 2026.
Peningkatan belanja juga didorong sejumlah stimulus lainnya, termasuk program magang pemerintah. Kondisi ini terlihat dari pertumbuhan MSI kelompok bawah yang mulai menguat pada akhir Juli hingga Agustus.
“Penguatan ini seiring dengan adanya penyaluran Bansos dan juga stimulus ekonomi ini juga berkontribusi. Jadi penyaluran PKH, program sembako, periode Juli-September ini juga berkontribusi dengan peningkatan terkait MSI di kelompok lower dan middle,” imbuhnya.
Kalimantan dan Sulawesi Catat Pertumbuhan Tinggi
Berdasarkan wilayah, pertumbuhan belanja masyarakat tercatat lebih tinggi di luar Jawa, terutama Kalimantan dan Sulawesi.
Hingga minggu ketiga Agustus 2026, pertumbuhan MSI di Sulawesi mencapai 8,6 persen, sedangkan Kalimantan 8,4 persen. Sementara itu, Maluku dan Papua tumbuh 7,4 persen serta Bali-Nusra 6,7 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan belanja di Jawa yang sebesar 6,3 persen. Adapun Sumatra mencatat pertumbuhan paling rendah, yakni 5,9 persen.
“Berdasarkan wilayah pertumbuhan belanja terlihat lebih tinggi. Terutama di Kalimantan dan Sulawesi. Belanja ini tumbuhnya lebih tinggi. Terutama di wilayah komoditas,” tambahnya.
Baca juga: Mandiri Spending Index: Belanja Masyarakat Menguat di Kuartal III
Konsumsi Masyarakat Tetap Terjaga
MSI juga memperkirakan konsumsi masyarakat pada kuartal III 2026 masih terjaga. Hal itu terlihat dari rata-rata pertumbuhan MSI hingga 23 Agustus 2026 yang mencapai sekitar 6,0 persen secara yoy.
Pertumbuhan tersebut relatif stabil meski sedikit melambat dibandingkan kuartal II 2026 yang mencapai 6,1 persen dan kuartal I 2026 sebesar 6,4 persen.
“Jadi pada kuartal III 2026 kita masih melihat belanja masyarakat tetap resilien. Pertumbuhannya masih relatif stabil. Kita lihat di kuartal I tumbuh 6,4 persen, kuartal II 6,1 persen, kuartal III 6 persen data sampai 23 Agustus 2026. Tapi overall year ini masih lebih bagus dibandingkan 2025,” tukasnya.
Dian menyebut, pertumbuhan tersebut menunjukkan momentum belanja masyarakat pada kuartal II 2026 masih berlanjut ke kuartal III. (*)
Editor: Yulian Saputra


