Poin Penting
- IHSG ditutup turun 1,53 persen ke level 6.267,88.
- Sektor industrial menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni 3,49 persen.
- Sebanyak 542 saham melemah, sementara 141 saham menguat.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026 ditutup melanjutkan pelemahannya ke posisi 6.267,88 atau turun 1,53 persen dari level 6.365,37.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 542 saham terkoreksi, 141 saham menguat, dan 108 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 35,40 miliar saham diperdagangkan dengan 2,19 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp14,51 triliun.
Lalu seluruh indeks dalam negeri juga terpantau melemah, dengan LQ45 turun 1,31 persen ke 625,79, IDX30 merosot 1,23 persen jadi 351,39, Sri-Kehati melemah 1,26 persen ke 305,03, dan JII turun 1,60 persen menjadi 377,81.
Baca juga: OJK Beberkan Pemicu IHSG Terkoreksi 25,87 Persen Sejak Awal 2026
Tidak hanya itu, hampir seluruh sektor juga mengalami pergerakan yang negatif, dengan sektor industrial melemah 3,49 persen, sektor siklikal merosot 2,68 persen, sektor teknologi turun 2,57 persen, sektor properti melemah 1,89 persen, dan sektor bahan baku merosot 1,79 persen.
Selain itu, sektor energi turun 1,78 persen, sektor infrastruktur melemah 1,22 persen, sektor non-siklikal merosot 1,21 persen, sektor keuangan turun 1,01 persen, dan sektor transportasi melemah 0,60 persen.
Sedangkan, hanya sektor kesehatan yang mengalami penguatan sebanyak 0,19 persen.
Baca juga: IHSG Dibuka di Zona Hijau, Naik 0,29 Persen ke Posisi 6.383
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO), dan PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR).
Sedangkan saham top losers adalah PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). (*)
Editor: Yulian Saputra


