Poin Penting
- IHSG terkoreksi 25,87 persen ytd, sementara kapitalisasi pasar turun 29,26 persen
- Tekanan pasar dipicu ketidakpastian tarif, perang dagang, dan geopolitik
- Sedangkan investor pasar modal tumbuh 48,67 persen yoy menjadi 30,27 juta SID.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pasar modal Indonesia masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Ini tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 25,87 persen secara year-to-date (ytd) ke level 6.409,65.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan dari sisi kapitalisasi pasar bursa saat ini juga telah mengalami penurunan 29,26 persen ytd.
IHSG yang bergerak fluktuatif tersebut, menurut Hasan, dipicu oleh sentimen eksternal maupun internal, yang datang silih berganti secara berturut-turut.
Baca juga: Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat, Mengapa Investor Jual Saham dan Rupiah Melemah?
“Mulai ada ketidakpastian pengurangan kebijakam tarif dan juga terdapat ketegangan perdagangan antar negara, kemudian ada eskalasi risiko geopolitik di berbagai kawasan, khususnya di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung pada pola distribusi, komunitas-komunitas utama,” ucap Hasan dikutip, 11 Agustus 2026.
Jumlah Investor Saham
Meski demikian, kata Hasan, dari sisi pertumbuhan investor di pasar moda Indonesia telah mencapai 30,27 juta Single Investor Identification (SID) atau melesat sekitar 48,67 persen secara tahunan (yoy).
“Jumlah emiten juga masih tumbuh positif, di angka 962 perusahaan tercatat dan ada kegiatan penghimpunan dana yang masih aktif dilakukan oleh korporasi tercatat di angka 135 (perusahaan) dengan total nilai Rp123,21 triliun,” jelas Hasan.
Baca juga: Investor Saham RI Sentuh 10,05 Juta, Naik 16,83 Persen
Sementara itu, rata-rata peningkatan nilai transaksi harian tercatat tumbuh lebih dari 23 persen menjadi Rp26 triliun.
Adapun dari sisi pengelolaan investasi aset under management (AUM) tercatat Rp1.026 triliun dan NAB Reksadana mencapai sekitar Rp674 triliun, masih tercatatkan subscription yang masih positif. (*)
Editor: Galih Pratama


