- BEI mencatat investor saham mencapai 10,05 juta SID hingga 7 Agustus 2026.
- Jumlah investor saham bertambah 1,45 juta SID atau tumbuh 16,83 persen.
- IHSG justru turun 25,87 persen secara year to date ke level 6.409,65.
Jakarta – Jumlah investor saham terus melonjak hingga menembus 10,05 juta Single Investor Identification (SID). Namun, pertumbuhan investor tersebut belum sejalan dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok 25,87 persen.
Data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan jumlah investor saham mencapai 10.052.059 SID. Jumlah itu bertambah 1.447.882 SID dibandingkan posisi akhir 2025.
Pertumbuhan investor saham tercatat mencapai 16,83 persen secara year to date. Angka tersebut menunjukkan partisipasi masyarakat di pasar saham terus meluas.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyebut capaian tersebut mencerminkan peningkatan inklusi pasar modal. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam investasi pasar modal juga semakin besar.
“Pencapaian ini mencerminkan semakin luasnya inklusi pasar modal di Indonesia, seiring dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal,” ujar Kautsar, dikutip Antara, Minggu (9/8).
Baca juga: IHSG Terkoreksi, BEI Nilai Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat
BEI Catat Investor Saham Tumbuh, IHSG Malah Tertekan
Lonjakan jumlah investor tidak otomatis membuat indeks saham bergerak positif. Kondisi tersebut terlihat dari kinerja IHSG sepanjang 2026.
Pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, IHSG ditutup di level 6.409,65. Posisi tersebut turun 2.237,29 poin dari level 8.646,94 pada awal tahun.
Secara year to date, IHSG mengalami penurunan sebesar 25,87 persen. Tekanan indeks terjadi ketika basis investor saham justru terus bertambah.
Di sisi lain, jumlah investor pasar modal secara keseluruhan juga meningkat tajam. Hingga 7 Agustus 2026, jumlahnya mencapai 30.274.265 SID.
Jumlah tersebut bertambah 9.926.440 SID sejak akhir 2025. Pertumbuhannya mencapai 48,78 persen secara year to date.
Basis investor itu mencakup sejumlah instrumen pasar modal. Instrumen tersebut meliputi saham, obligasi, reksa dana, ETF, dan produk derivatif.
Investor Bertambah, Pendalaman Pasar Terus Didorong
Pertumbuhan investor menjadi bagian dari upaya memperluas basis pasar modal domestik. Namun, peningkatan jumlah investor juga perlu diikuti penguatan aktivitas perdagangan.
Untuk mendukung hal tersebut, BEI menggelar Surabaya Investor Meeting and Connectivity 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Forum tersebut mempertemukan tujuh emiten dengan investor. Sebanyak 13 Anggota Bursa dan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia turut berpartisipasi.
Rangkaian kegiatan mencakup presentasi perusahaan dan one-on-one meeting. Emiten mendapat kesempatan menjelaskan profil, kinerja, strategi bisnis, dan prospek perusahaan.
Investor juga mendapat ruang berdialog langsung dengan emiten. Forum tersebut diarahkan untuk memperkuat keterhubungan kedua pihak.
Kautsar mengatakan komunikasi yang lebih terbuka dibutuhkan untuk memperkuat hubungan emiten dan investor. Pertukaran informasi juga diharapkan mendukung peningkatan free float dan likuiditas.
“Melalui forum ini diharapkan tercipta komunikasi yang lebih terbuka, pertukaran informasi yang konstruktif, serta hubungan yang semakin kuat antara emiten dan investor, sehingga dapat mendukung peningkatan free float, likuiditas perdagangan saham, dan pendalaman pasar modal Indonesia,” ujar Kautsar.
Baca juga: OJK Beberkan Perkembangan Rancangan Aturan Demutualisasi BEI
Target Investor Pasar Modal Capai 35 Juta SID
Pertumbuhan investor pasar modal juga menjadi perhatian OJK. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi melihat tren tersebut terus meningkat.
Menurut Hasan, pertumbuhan investor sejalan dengan berbagai inisiatif pendalaman pasar modal. Penguatan ekosistem digital juga menjadi salah satu faktor pendukung.
OJK bersama Self-Regulatory Organization menargetkan 35 juta SID pada 2030. Target tersebut diarahkan untuk mendorong bursa domestik masuk jajaran 10 besar dunia.
Target tersebut menunjukkan ruang pertumbuhan investor masih terbuka lebar. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan basis investor ikut memperkuat kualitas pasar.
Data terbaru menunjukkan adanya kontras antara jumlah investor dan pergerakan indeks. Investor saham BEI bertambah 16,83 persen, sementara IHSG justru tertekan 25,87 persen.
Pertumbuhan investor menjadi modal penting bagi pendalaman pasar modal Indonesia. Namun, besarnya basis investor belum tercermin dalam penguatan IHSG sepanjang 2026. (*)
Editor: Galih Pratama


