Poin Penting
- HPE emas periode 1–14 September 2026 naik 7,87 persen menjadi 142.154,10 dolar AS per kilogram.
- Kenaikan terjadi saat permintaan emas global meningkat dan pasokan relatif terbatas.
- Pelemahan mata uang utama, turunnya imbal hasil obligasi, dan peluang pemangkasan suku bunga menopang harga emas.
Jakarta – Harga patokan ekspor (HPE) emas untuk periode 1-14 September 2026 melonjak 7,87 persen menjadi 142.154,10 dolar AS per kilogram. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan emas global dan pasokan yang relatif terbatas.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tommy Andana mengatakan kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap harga emas global.
“Peningkatan HPE dan HR (harga referensi) emas pada periode pertama September 2026 didorong beberapa faktor, salah satunya peningkatan permintaan emas di tengah keterbatasan pasokan,” ujar Tommy dalam keterangan di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (1/9).
Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini (1/9): Antam Stagnan, Galeri24 dan UBS Turun
Kemendag menetapkan HPE emas sebesar 142.154,10 dolar AS per kilogram untuk periode 1–14 September 2026. Angka tersebut meningkat dari 131.777,67 dolar AS per kilogram pada periode kedua Agustus 2026.
Kenaikan itu setara 7,87 persen dalam satu periode penetapan.
Sejalan dengan HPE, HR emas juga meningkat menjadi 4.421,49 dolar AS per troy ounce dari sebelumnya 4.098,75 dolar AS per troy ounce.
Penetapan HPE dan HR tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1776 Tahun 2026 tentang HPE dan HR produk pertambangan yang dikenakan bea keluar.
Emas Makin Diminati Investor
Selain faktor permintaan dan pasokan, kenaikan harga emas juga dipengaruhi pelemahan sejumlah mata uang utama dunia.
Penurunan imbal hasil obligasi internasional turut meningkatkan daya tarik emas. Peluang pemangkasan suku bunga global juga menjadi sentimen positif bagi logam mulia.
Kondisi tersebut mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dinilai lebih aman ketika ketidakpastian pasar keuangan meningkat.
“Dinamika tersebut mendorong para pelaku pasar untuk mengalihkan modal mereka ke instrumen emas yang dianggap sebagai safe haven dengan tingkat stabilitas yang lebih tinggi. Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya permintaan emas di pasar global,” jelas Tommy.
Baca juga: Daftar 10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar, RI Nomor Berapa?
Penetapan HPE Libatkan Sejumlah Kementerian
Penetapan HPE dan HR emas dilakukan berdasarkan data serta masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Salah satu acuannya adalah publikasi London Bullion Market Association (LBMA).
Proses penetapan juga melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.
Koordinasi lintas kementerian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai data dan perkembangan pasar sebelum harga ditetapkan.
Kenaikan HPE emas periode pertama September 2026 mencerminkan kuatnya permintaan di pasar global. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan pasokan yang relatif terbatas dan meningkatnya minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven.
Editor: Yulian Saputra


