Poin Penting
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak sideways pada perdagangan 11 Agustus 2026 di kisaran 6.300-6.450
- Sentimen domestik masih menjadi perhatian pasar, mulai dari pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI hingga turunnya indeks keyakinan konsumen
- Penjualan sepeda motor menjadi sentimen positif, tumbuh 8,3 persen yoy menjadi 636 ribu unit pada Juli 2026 dan mencapai 3,77 juta unit sepanjang Januari-Juli 2026.
Jakarta – Phintraco Sekuritas memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026 secara teknikal akan mengalami pergerakan sideways di rentang 6.300-6.450.
“Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.300-6.450,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 11 Agustus 2026.
Proyeksi tersebut menyusul pergerakan IHSG pada perdagangan Senin (10/8) yang ditutup melemah 0,69 persen ke level 6.365,37. Padahal, indeks sempat bergerak menguat pada sesi awal perdagangan.
Dari sisi teknikal, indikator Stochastic RSI IHSG membentuk Death Cross di area overbought. Di saat yang sama, histogram positif MACD mulai mengalami penyempitan yang mengindikasikan momentum penguatan IHSG mulai berkurang.
Baca juga: Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat, Mengapa Investor Jual Saham dan Rupiah Melemah?
Sentimen IHSG
Dari dalam negeri, sentimen pasar salah satunya datang dari pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) oleh Presiden. Namun, sentimen tersebut belum cukup kuat mendorong IHSG menguat hingga penutupan perdagangan, meski mampu menopang penguatan rupiah.
Sentimen domestik lainnya datang dari indeks keyakinan konsumen yang kembali turun untuk bulan ketiga berturut-turut. Pada Juli 2026, indeks keyakinan konsumen berada di level 116,8, turun dari 117,8 pada Juni 2026.
Level tersebut menjadi yang terendah sejak April 2025. Penurunan terutama dipengaruhi oleh melemahnya Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) menjadi 107,9 dari 109,2 serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang turun menjadi 125,7 dari 126,4.
Meski demikian, indeks keyakinan konsumen masih berada di zona optimistis. Artinya, tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi masih relatif positif meski mengalami penurunan.
Di sisi lain, terdapat sinyal positif dari sektor otomotif. Penjualan sepeda motor tercatat meningkat 8,3 persen secara tahunan (yoy) menjadi 636 ribu unit pada Juli 2026. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan Juni 2026 yang hanya mencapai 1,1 persen yoy.
Baca juga: Investor RI Makin Melek Diversifikasi, Minat Saham AS Melonjak
Capaian Juli tersebut merupakan level penjualan bulanan tertinggi sejak Oktober 2014, di tengah meredanya tekanan inflasi pada Juli 2026.
Secara kumulatif, penjualan sepeda motor sepanjang Januari-Juli 2026 tumbuh 2 persen yoy menjadi 3,77 juta unit. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan penjualan sepeda motor tahun ini relatif stabil di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. (*)
Editor: Galih Pratama


