Poin Penting
- HIMBARSI menjalin lima kemitraan strategis untuk memperkuat daya saing dan ekosistem BPR Syariah
- HIMBARSI menyiapkan mobile banking bersama untuk mendukung digitalisasi dan pengembangan Tabungan Ukhuwah
- Kolaborasi asuransi dan vendor emas ditujukan memperkuat likuiditas serta pembiayaan emas BPR Syariah.
Jakarta – Himpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (HIMBARSI) menjadikan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 di Hotel Solo, Jumat, 21 Agustus 2026, sebagai momentum memperkuat sinergi industri BPR Syariah di tengah tantangan ekonomi, teknologi, likuiditas, dan persaingan jasa keuangan.
Tak sekadar menjadi forum koordinasi dan evaluasi, Rakornas HIMBARSI 2026 menghasilkan langkah konkret berupa penandatanganan lima kemitraan strategis dengan mitra dari sektor keuangan syariah dan penyedia logam mulia.
Lima mitra tersebut terdiri dari tiga bank umum syariah, satu perusahaan asuransi syariah, dan satu vendor penjualan emas.
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat daya saing sekaligus memperluas ekosistem bisnis BPR Syariah di Indonesia.
Ketua Umum HIMBARSI Alfi Wijaya mengatakan, tema Rakornas harus diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi anggota.
“Kebutuhan pengembangan teknologi guna meningkatkan daya saing industri BPR Syariah serta dukungan likuiditas juga permodalan adalah tantangan yang diharapkan dapat diselesaikan dengan kerja sama sinergis dan kolaboratif antara BPR Syariah dan Bank Umum Syariah,” ujar Alfi dikutip 21 Agustus 2026.
Baca juga: 421 BPR Berhasil Raih “Infobank BPR Award 2026”
HIMBARSI Siapkan Mobile Banking Bersama
Salah satu bentuk konkret kolaborasi tersebut adalah rencana pengembangan white label mobile banking yang nantinya dapat dimanfaatkan BPR Syariah anggota HIMBARSI.
Alfi mengatakan, teknologi menjadi kebutuhan penting bagi BPR Syariah untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menghadapi persaingan dengan industri perbankan yang semakin digital.
“Diharapkan kerja sama ini dapat dimulai dengan aplikasi white label mobile banking yang akan diimplementasikan dalam Tabungan Ukhuwah,” tambahnya.
Menurut Alfi, pendekatan kolaboratif tersebut memungkinkan BPR Syariah memperoleh dukungan teknologi tanpa harus membangun infrastruktur digital secara sendiri-sendiri.
Tabungan Ukhuwah Tumbuh Signifikan
Penguatan teknologi tersebut juga akan mendukung pengembangan Tabungan Ukhuwah, produk yang digagas HIMBARSI dan saat ini telah diikuti oleh 61 BPR Syariah. Kinerja Tabungan Ukhuwah menunjukkan pertumbuhan signifikan sejak pertama kali diluncurkan pada 2022.
Hingga Juli 2026, jumlah nasabah atau rekening yang bergabung mencapai 55.908 rekening, atau tumbuh 356,95 persen dibandingkan periode awal peluncuran.
Dari sisi penghimpunan dana, Tabungan Ukhuwah telah berhasil mengumpulkan Rp417,8 miliar, meningkat 275,92 persen dibandingkan 2022.
Pertumbuhan tersebut menjadi modal penting bagi HIMBARSI untuk terus mengembangkan produk bersama sekaligus memperkuat budaya menabung melalui ekosistem BPR Syariah.
Asuransi Syariah Berpeluang Perkuat Likuiditas BPR Syariah
Kolaborasi dengan sektor asuransi syariah juga menjadi bagian penting dari strategi HIMBARSI. Kerja sama tidak hanya diarahkan untuk memberikan layanan perlindungan kepada nasabah BPR Syariah, tetapi juga membuka peluang pengelolaan dana asuransi melalui BPR Syariah anggota HIMBARSI.
“Kerja sama HIMBARSI dengan asuransi syariah tidak hanya memenuhi layanan perlindungan kepada nasabah, akan tetapi juga mewujudkan komitmen kerja sama dua arah dalam pengelolaan dana yang dimiliki oleh asuransi kepada BPR Syariah-BPR Syariah anggota HIMBARSI,” jelas Alfi.
Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka dengan adanya jaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar.
“Dengan nilai penjaminan LPS sampai dengan Rp2 miliar seharusnya mendorong lembaga-lembaga keuangan syariah seperti asuransi syariah dan bank umum syariah untuk dapat melakukan penempatan di BPR Syariah dengan mendapatkan bagi hasil yang kompetitif dan aman,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat likuiditas BPR Syariah sekaligus menciptakan hubungan bisnis yang saling menguntungkan antarlembaga keuangan syariah.
BPR Syariah Perkuat Pembiayaan Emas
Tak hanya sektor perbankan dan asuransi, HIMBARSI juga menggandeng vendor penyedia logam mulia. Kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk pembiayaan emas BPR Syariah, terutama di tengah tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi maupun aset lindung nilai.
Melalui kemitraan tersebut, BPR Syariah diharapkan memperoleh akses harga emas yang lebih kompetitif sekaligus jaminan ketersediaan barang. Harga yang kompetitif dan ketersediaan logam mulia dinilai menjadi dua faktor penting untuk memperkuat daya tarik produk pembiayaan emas yang ditawarkan BPR Syariah kepada masyarakat.
Baca juga: LPS Rampungkan Likuidasi 7 BPR-BPRS, 18 Masih Proses
Rakornas HIMBARSI Hadirkan Regulator dan Pelaku Industri
Rakornas HIMBARSI 2026 dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surakarta Tulus Widajat, SE, MM, yang hadir mewakili Wali Kota Solo.
Acara tersebut turut dihadiri Nyimas Rohman selaku Kepala Direktorat Pengaturan dan Pengembangan Keuangan Syariah OJK, Kepala OJK Solo M. Mufid, serta sejumlah tokoh dan praktisi industri keuangan.
Forum nasional tersebut juga menghadirkan Eko B. Supriyanto, Chairman sekaligus Pemimpin Redaksi Infobank, serta Diah Pramesti, SE, MM, Ketua Program Studi Sarjana Terapan Perbankan dan Keuangan Digital UNS, sebagai narasumber seminar nasional. (*)


