Poin Penting
- Sebanyak 421 BPR meraih predikat “Sangat Bagus” dan penghargaan Infobank BPR Awards 2026 berdasarkan kinerja keuangan 2024-2025
- Dari 1.472 BPR/BPRS, sebanyak 421 BPR lolos seleksi berdasarkan aset minimal Rp25 miliar dan penilaian kinerja serta pertumbuhan usaha
- BPR masih menghadapi tantangan likuiditas, kredit macet, regulasi, permodalan, dan modernisasi teknologi, namun tetap ada BPR yang mampu mencatatkan kinerja terbaik.
Jakarta – Sebanyak 421 bank perekonomian rakyat (BPR) berhasil meraih penghargaan “17th Infobank BPR Awards 2026” dari Majalah Infobank. Penghargaan diberikan pada ajang “Leadership Mastery Forum 2026” di St. Regis Hotel, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Penghargaan diberikan kepada 421 BPR yang berhasil meraih predikat kinerja “Sangat Bagus” pada kinerja keuangan tahun 2024-2025.
Pemberian penghargaan “Infobank BPR Award 2026” merupakan bentuk apresiasi Infobank terhadap bankir-bankir BPR yang telah bekerja ekstra keras dengan dedikasi dan integritas tinggi, serta bentuk dukungan kepada industri BPR nasional agar terus menjaga kinerja terbaiknya.
Untuk merating BPR, Biro Riset Infobank menggunakan metode kuantitatif berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di website Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jangka waktu pengunduhan laporan keuangan BPR dari OJ K adalah bulan Maret sampai dengan awal Juni 2026. Pendekatan yang digunakan untuk merating BPR adalah pendekatan keuangan penting dan pertumbuhan usaha.
Baca juga: 74 Perusahaan Asuransi Raih Penghargaan “Infobank Insurance Recognition 2026”
Dari total 1.472 BPR/BPRS yang beroperasi di Indonesia (per Juni 2026), setelah diseleksi berdasarkan jumlah aset (minimal Rp25 miliar), tersaring 421 BPR dengan predikat kinerja “Sangat Bagus” atau predikat tertinggi dalam rating Infobank. Ke-421 BPR inilah yang kemudian dianugerahi penghargaan “Infobank BPR Award 2026”.
Menurut Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group, tantangan utama BPR pada 2026 berkisar pada isu likuiditas, kualitas kredit macet, beban regulasi yang ketat, serta keharusan melakukan modernisasi teknologi di tengah era disrupsi
“BPR menghadapi tekanan berat akibat aturan dan konsolidasi yang menuntut permodalan serta tata kelola lebih kuat, sehingga BPR membutuhkan doping atau bentuk relaksasi agar tidak tumbang,” ujar Eko saat memberikan sambutan.
BPR juga mengalami tekanan likuiditas. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sering kali tidak seimbang dengan risiko penyaluran kredit dinya tengah ketidakpastian ekonomi global. “Persoalan NPL (Kredit Macet) juga menjadi menu sehari-hari yang harus dicermati dan dikendalikan secara ketat oleh manajemen BPR,” ungkapnya.
Meski menghadapi berbagai tekanan, masih banyak BPR yang berhasil mengukir kinerja terbaiknya. “Untuk itulah kami mengapresiasi dengan memberikan penghargaan Infobank BPR Awards 2026 ini kepada bankir-bankir petarung tangguh ini,” tutur Eko.
Ajang “Leadership Mastery Forum 2026” dibuka dengan Opening Speech oleh Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Leadership Sharing dengan tema “Leadership and Critical Thinking to Face Uncertainty” dengan narasumber Presiden Komisaris BCA Jahja Setiaatmadja.
Baca juga: Perusahaan Fintech Lending Terbaik Versi Infobank Tahun 2026
Event “Leadership Mastery Forum 2026” ini terselenggara berkat dukungan para sponsor, antara lain Nobu Bank, ACA, BPR Tata Asia, BPR Universal, BCA, Bank Aladin Syariah, Bank Sulteng, Bank Jambi, Asuransi Eka Lloyd Jaya, Bank Mandiri, BPR DP Taspen Bekasi, Bank Sultra, Easy Cash, BPR Eka Bumi Artha, Panin Dai-Chi Life, Bank Mestika, Bank BPD Bali, DBS Bank, Asuransi Tripakarta, BPR Bank Sleman, Bank BPD DIY, Bank Lampung, BCA Life, Asuransi Jiwa Starinvestama, Tugu RE Asuransi Indonesia, AXA Financial, BCA Insurance, BNI Life, Bank Jateng, Bank Kalbar, Bank Mandiri Taspen, Asuransi Umum Mega, Perta Life Insurance, Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia, dan BRI Life. (*)


