Poin Penting
- Maybank Indonesia mendorong Desa Sanding, Gianyar, menjadi desa rendah emisi menuju target netralitas karbon 2030
- Maybank Marathon Sustainability Day mengusung pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta dekarbonisasi
- Program Maybank Marathon turut memperkuat inklusi sosial, literasi keuangan, dan ekonomi masyarakat Gianyar.
Gianyar – Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa memperkuat agenda keberlanjutan dengan mendorong pengembangan Desa Sanding, Gianyar, sebagai desa rendah emisi.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Maybank Indonesia menuju target netralitas karbon pada 2030.
Komitmen itu ditunjukkan melalui penyelenggaraan Maybank Marathon Sustainability Day 2026 selama dua hari di Gianyar, Bali, menjelang pelaksanaan Maybank Marathon 2026.
Melalui gerakan “Meningkatkan Jejak Hijau”, Maybank Indonesia menggabungkan program dekarbonisasi lingkungan dengan edukasi keuangan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas.
Dalam program “Desa Sanding Bebas Emisi: Mewujudkan Desa Hijau & Ramah Lingkungan”, Maybank Indonesia berkolaborasi dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia untuk mendampingi Desa Sanding menerapkan strategi dekarbonisasi berbasis data yang menyeluruh, adil, dan inklusif.
Baca juga: Target Ekonomi Rp300 Miliar Maybank Marathon 2026 Diyakini Tercapai, Ini Penopangnya
Program tersebut antara lain mencakup pemetaan emisi secara mandiri dan pengelolaan sampah organik berbasis komunitas. Inisiatif ini juga diharapkan dapat diperluas dan direplikasi di desa-desa adat lainnya di Provinsi Bali.
Kepala Desa Sanding Kompyang Ambarayusa mengatakan program pendampingan bersama Maybank Indonesia dan WRI Indonesia telah memberikan dampak bagi masyarakat. Warga mendapatkan pelatihan untuk melakukan pemetaan emisi dan mengelola sampah organik secara berkelanjutan.
“Kami bangga Desa Sanding dapat menjadi contoh desa dekarbonisasi adat di Bali yang membuktikan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari tingkat desa,” ujar Kompyang, Jumat, 21 Agustus 2026.
Selain program lingkungan, Maybank Marathon Sustainability Day 2026 juga digelar di Piduh Charity Café, Gianyar, yang merupakan wadah pemberdayaan dan pelatihan keterampilan bagi anak-anak serta pemuda berkebutuhan khusus di bawah naungan Yayasan Widya Guna.
Ketua Pembina Yayasan Maybank Indonesia Budhi Dyah Sitawati mengatakan komitmen tersebut sejalan dengan misi Maybank Indonesia, yakni “Humanising Financial Services”, yang menempatkan manusia, komunitas, dan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari pertumbuhan bisnis.
Menurutnya, Maybank Marathon dirancang untuk memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari mendorong perputaran ekonomi daerah, memperkuat literasi keuangan, membuka ruang yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas, hingga mendukung perjalanan menuju netralitas karbon 2030.
“Maybank Marathon bukan sekadar mengejar catatan waktu di garis finish, tetapi menghadirkan perjalanan yang nyaman, inspiratif, dan penuh makna,” kata Budhi, Jumat, 21 Agustus 2026.
Pengembangan Piduh Charity Café juga mendapat dukungan dari kontribusi nasabah dan masyarakat yang dihimpun melalui Yayasan Maybank Indonesia. Dukungan tersebut ditujukan untuk menghadirkan ruang pemberdayaan yang semakin inklusif bagi kelompok berkebutuhan khusus.
Sementara itu, Head of Sustainability Maybank Indonesia, Maria Trifanny Fransiska menjelaskan, strategi keberlanjutan Maybank Marathon dijalankan melalui tiga pilar, yakni pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta lingkungan dan dekarbonisasi.
Pada pilar pendidikan, Maybank Indonesia mendorong literasi keuangan berkelanjutan bagi ribuan siswa dan guru di Gianyar. Sementara pada pilar pemberdayaan masyarakat, program dilakukan melalui perluasan akses bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas, antara lain melalui kategori Wheelchair, program Run for Charity, serta dukungan terhadap pusat pelatihan kemandirian di Piduh Charity Café.
Adapun pilar lingkungan dan dekarbonisasi mencakup penanaman mangrove, pengelolaan sampah organik, pemanfaatan transportasi ramah lingkungan, edukasi, serta berbagai inisiatif pengurangan emisi yang melibatkan pelari, sponsor, masyarakat lokal, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Ketiga pilar ini kami arahkan untuk saling memperkuat dan membawa Maybank Marathon menuju target netralitas karbon 2030,” ujar Maria.
Di kesempatan yang sama, Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra turut mengapresiasi konsistensi Maybank Marathon dalam menghadirkan dampak di luar sektor olahraga, khususnya terhadap perekonomian, pariwisata, sosial, dan lingkungan di Gianyar.
Menurutnya, penyelenggaraan Sustainability Day yang dibarengi program literasi keuangan dan aksi lingkungan menunjukkan bahwa ajang olahraga internasional dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Maybank Marathon tidak hanya mendorong perputaran ekonomi dan pariwisata Gianyar, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan lingkungan,” tuturnya.
Baca juga: Maybank Indonesia Catat Total Kredit Rp126,28 Triliun per 30 Juni 2026
Selanjutnya, Co-Founder Yayasan Widya Guna Ketut Satya mengatakan dukungan Maybank Marathon dan kepercayaan menjadikan Piduh Charity Café sebagai pusat penyelenggaraan Sustainability Day memberikan semangat bagi anak-anak dan pemuda di Yayasan Widya Guna.
Menurutnya, kemitraan tersebut memperkuat kesempatan bagi setiap individu untuk belajar, berkarya, dan membangun kemandirian finansial.
“Kemitraan ini mewujudkan prinsip keberlanjutan untuk membangun masa depan yang inklusif di mana tidak ada satu orang pun yang ditinggalkan (leave no one behind),” kata Ketut, Jumat, 21 Agustus 2026.
Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa merupakan ajang lari internasional berpredikat Elite Label Road Race dari World Athletics.
Melalui rangkaian Sustainability Day, Maybank Indonesia menempatkan agenda lingkungan dan inklusi sebagai bagian dari penyelenggaraan marathon, dengan target jangka panjang mencapai netralitas karbon pada 2030. (*) Ayu Utami


