Poin Penting
- Bank Tata Asia meraih sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 untuk memperkuat sistem keamanan informasi dan perlindungan data nasabah
- Hasil audit tidak menemukan major nonconformity, dengan enam temuan minor dan 12 peluang perbaikan yang telah ditindaklanjuti melalui corrective action plan
- Sertifikasi menjadi bagian dari perbaikan berkelanjutan, termasuk surveillance audit untuk memastikan standar keamanan informasi diterapkan secara konsisten.
Jakarta – PT Bank Perekonomian Rakyat Tata Asia (Bank Tata Asia) telah meraih Sertifikasi Internasional ISO/IEC 27001:2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI/ISMS). Pencapaian ini menegaskan komitmen Bank Tata Asia dalam melindungi data dan informasi nasabah.
Sertifikat ISMS1001763 ini diterbitkan pada 5 Maret 2026 dan berlaku hingga 4 Maret 2029, dengan ruang lingkup “ISMS for The Provision of Customer Data Security in Operational Customer Onboarding Process at Bank Tata Asia Head Office”.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian industri perbankan terhadap pengelolaan data yang aman dan terukur. Bagi Bank Tata Asia, penerapan standar tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan nasabah dalam menggunakan layanan perbankan.
Baca juga: Semester I 2026, Laba Bank Tata Asia Melonjak 138 Persen dan Aset Mendekati Rp1 Triliun
Rangkaian audit ISO/IEC 27001:2022 terhadap Bank Tata Asia dilaksanakan pada 3 Februari serta 9-10 Februari 2026, meliputi verifikasi dokumen, observasi lapangan, wawancara, serta pengambilan sampel pada berbagai area, mulai dari tata kelola risiko, keamanan Teknologi Informasi, sumber daya manusia, manajemen aset, hingga business continuity dan perlindungan data pribadi.
Hasil audit menunjukkan tidak terdapat major nonconformity dalam penerapan sistem manajemen keamanan informasi Bank Tata Asia. Auditor mencatat enam minor non-conformities dan 12 opportunities for improvement yang telah ditindaklanjuti melalui penyusunan corrective action plan, dengan verifikasi efektivitas akan dilakukan pada surveillance audit.
Sejumlah rekomendasi juga diberikan untuk memperkuat konsistensi dokumentasi, pemahaman terhadap ISMS, evaluasi proses, praktik perlindungan data, serta pengujian keberlangsungan bisnis. Temuan tersebut menjadi masukan bagi Bank Tata Asia untuk terus menyempurnakan penerapan ISMS secara berkelanjutan.
Direktur Kepatuhan Bank Tata Asia Eggy Pratama Putra mengatakan, perlindungan data nasabah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya perusahaan membangun layanan perbankan yang aman dan terpercaya.
“Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 merupakan hasil dari komitmen bersama seluruh jajaran dalam membangun budaya keamanan informasi yang konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (21/8).
Dalam proses audit, kata Eggy, Bank Tata Asia juga dinilai memiliki sejumlah kekuatan, antara lain komitmen manajemen, kerja sama tim, serta dukungan infrastruktur dalam penerapan sistem manajemen keamanan informasi.
Menurut Eggy, sertifikasi bukan merupakan titik akhir dalam pengelolaan keamanan informasi. Evaluasi dan perbaikan tetap diperlukan agar sistem yang diterapkan dapat mengikuti perkembangan kebutuhan operasional dan risiko yang terus berubah.
Baca juga: 421 BPR Berhasil Raih “Infobank BPR Award 2026”
“Kami melihat proses audit sebagai kesempatan untuk mengetahui bagian-bagian yang masih dapat diperbaiki. Masukan yang diperoleh akan menjadi dasar bagi kami untuk melakukan penyempurnaan secara berkelanjutan. Dengan demikian, sistem keamanan informasi dapat terus berkembang sejalan dengan kebutuhan bisnis dan perlindungan data nasabah,” paparnya.
Setelah memperoleh sertifikasi, kata Eggy, Bank Tata Asia akan melanjutkan evaluasi penerapan sistem melalui mekanisme surveillance audit.
Proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan standar keamanan informasi tetap diterapkan secara konsisten dan terus mengalami perbaikan. (*) DW


