Poin Penting
- Asuransi Astra meluncurkan tiga inovasi digital, yakni myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga.
- MyGarda mengintegrasikan lebih dari 20 layanan dalam satu aplikasi.
- Garda Siaga menyiapkan armada hydraulic flatbed untuk mendukung evakuasi kendaraan listrik.
Jakarta – PT Asuransi Astra Buana memperkuat strategi pertumbuhan portofolio bisnis melalui inovasi digital dan pengembangan layanan terintegrasi. Langkah tersebut diwujudkan dengan meluncurkan tiga inovasi sekaligus, yakni myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga.
President Director Asuransi Astra, Maximiliaan Agatisianus mengatakan, transformasi digital merupakan upaya perseroan dala mempertahankan kepercayaan pelanggan sekaligus memberikan rasa aman melalui layanan yang terintegrasi.
“Seluruh inovasi yang kami hadirkan hari ini merupakan wujud komitmen Asuransi Astra untuk terus menjaga kepercayaan dan memberikan rasa aman bagi pelanggan, khususnya dalam rangka menyambut usia kami ke tujuh dekade,” ujar Maximiliaan, dikutip Senin, 14 September 2026.
Menurutnya, seluruh inovasi tersebut memberikan pengalaman berasuransi yang kian mudah sehingga masyarakat tak ragu untuk menjadikan asuransi sebagai solusi bagi perlindungan aset yang dapat dipercaya.
MyGarda Gabungkan Lebih dari 20 Layanan
Maximiliaan menyebut, Asuransi Astra sendiri mulai aktif berinovasi khususnya di bidang digitalisasi sejak medio 2015. Kala itu, perusahaan memperkenalkan aplikasi Otocare, lalu disusul Medcare setahun setelahnya.
Seiring perkembangan kebutuhan pelanggan, Otocare terus dikembangkan dengan pelbagai fitur yang dapat mempermudah pengelolaan polis pelanggan seperti kehadiran chatbot GarXia, hingga peremajaan menjadi myGarda dengan fitur terbarunya Virtual Survey.
Baca juga: Ekonomi Melambat, Asuransi Astra Tetap Tumbuh hingga Semester I 2026
Di sisi lain, Medcare juga senantiasa diperbarui dengan berbagai fitur yang bermanfaat bagi pelanggan seperti Express Appointment dan Express Discharge yang membuat pelanggan Garda Medika dapat menerima layanan kesehatan yang seamless.
“Asuransi Astra menggabungkan seluruh layanan dari berbagai produk ke dalam satu aplikasi yaitu myGarda. Kini, tak kurang dari 20 layanan dari berbagai produk Asuransi Astra bisa diakses dalam satu aplikasi,” bebernya.
Pembelian Polis Garda Oto Lebih Mudah Melalui Gardaoto.com
Transformasi digital juga diaplikasikan dalam proses pembelian polis kendaraan melalui laman gardaoto.com. Perseroan mengintegrasikan situs tersebut dengan myGarda sehingga proses pembelian polis Garda Oto bisa dilakukan secara lebih sederhana.
Menariknya, salah satu pembaruan yakni penggunaan teknologi optical character recognition (OCR).
Jika sebelumnya pelanggan harus mengisi 16 data secara manual, kini dengan teknologi OCR, pelanggan cukup mengunggah 2 dokumen yaitu KTP dan STNK maka data akan otomatis terisi.
Inspeksi kendaraan untuk penutupan polis juga dapat dilakukan di mana saja melalui fitur Virtual Survey. Dan seluruh informasi akan langsung dikirimkan ke nomor WhatsApp yang didaftarkan, sehingga pelanggan akan selalu terupdate dengan progress pembelian polis yang dilakukan.
Garda Siaga Perbarui Armada untuk Kendaraan Listrik
Melonjaknya penggunaan kendaraan hybrid, plug-in electric vehicle (PHEV), dan battery electric vehicle (BEV) menjadikan kebutuhan terhadap metode evakuasi yang aman ikut meningkat.
Kini, Garda Siaga menghadirkan armada dengan teknologi hydraulic flatbed. Dengan metode tersebut, kendaraan diangkut secara utuh di atas bak derek, bukan ditarik dengan bertumpu pada roda depan atau belakang.
Baca juga: Asuransi Astra Sebut Risiko Kendaraan Listrik Lebih Tinggi, Premi Ikuti OJK
Bak derek dapat diturunkan hingga mendekati permukaan jalan sehingga kendaraan dapat dinaikkan dengan lebih aman.
Metode ini membantu meminimalkan risiko kerusakan tambahan selama proses evakuasi, terutama pada kendaraan modern seperti kendaraan listrik (EV).
Porsi Motor Listrik Masih Bertahap
Sebelumnya, Maximiliaan mengatakan portofolio motor listrik Asuransi Astra masih mengikuti perkembangan pasar. Meski belum membeberkan angkanya, ia menyebut pertumbuhannya berlangsung secara bertahap.
“Kalau porsi motor listrik kurang lebih kita masih mirip-mirip dengan industri. Pelan-pelan motor listrik semakin naik. Kita mengikutinya,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan bisnis asuransi kendaraan liatrik sangat bergantung pada perkembangan industri otomotif.
Karena itu, perubahan tren dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik juga akan berpengaruh terhadap industri asuransi kendaraan.
Maximiliaan memperkirakan, penjualan kendaraan bermotor di Indonesia berada di kisaran 800.000 unit pada 2026. Namun, ia meminta angka tersebut dikonfirmasi kepada Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
“Sekitar 800.000 unit di industri. Nanti tolong dicek lagi ya di Gaikindo,” tandasnya.
Diketahui, Gaikindo sendiri menargetkan penjualan mobil listrik pada 2026 mencapai 850.000 unit. Target tersebut naik sekitar 5 persen dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 803.000 unit. (*)
Editor: Yulian Saputra


