Poin Penting
- Kemenpar membidik 6.600 wisatawan India dengan potensi transaksi Rp58,45 miliar melalui partisipasi Indonesia di ITB India 2026
- India menjadi pasar prioritas pariwisata Indonesia seiring pertumbuhan kelas menengah, daya beli, dan minat perjalanan internasional yang meningkat
- Sebanyak 15 co-exhibitor mempromosikan destinasi Indonesia, termasuk Jakarta, Bali, Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, hingga destinasi Beyond Bali.
Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membidik potensi kunjungan 6.600 wisatawan India dengan potensi transaksi mencapai Rp58,45 miliar melalui partisipasi Indonesia dalam Internationale Tourismus-Börse India atau ITB India 2026.
Target tersebut diharapkan tercapai melalui pertemuan bisnis business-to-business (B2B) antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan India.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini mengatakan India merupakan salah satu pasar prioritas pariwisata Indonesia seiring pertumbuhan perjalanan wisata ke luar negeri (outbound) dari negara tersebut.
Baca juga: Kemenpar Dapat Jatah Anggaran Rp1,51 Triliun di 2027, Ini Prioritas Programnya
“India merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Melalui partisipasi pada ITB India 2026, kami ingin memperluas jaringan bisnis, meningkatkan transaksi industri pariwisata, sekaligus memperkuat citra Wonderful Indonesia sebagai destinasi pilihan bagi wisatawan India,” kata Made, dikutip laman Kemenpar, Sabtu, 5 September 2026.
India Pasar Strategis
India sendiri menjadi salah satu pasar prioritas Kementerian Pariwisata karena ditopang pertumbuhan kelas menengah, peningkatan daya beli, serta minat masyarakat terhadap perjalanan internasional yang terus berkembang.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menawarkan keragaman destinasi dan pengalaman wisata yang sesuai dengan karakteristik wisatawan India.
ITB India merupakan salah satu pameran pariwisata business-to-business (B2B) utama di kawasan Asia Selatan yang diselenggarakan Messe Berlin India sebagai bagian dari jaringan ITB Global Brand.
Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, pameran tersebut diikuti sekitar 100 exhibitor, 400 hosted buyers, dan lebih dari 3.000 peserta dari berbagai negara.
Baca juga: Pariwisata Tumbuh Positif, Menpar Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,01 Triliun
Melalui forum tersebut, pelaku industri pariwisata Indonesia berkesempatan bertemu dan membangun jejaring bisnis dengan travel agent, tour operator, corporate buyer, MICE organizer, hingga online travel platform dari India dan kawasan Asia Selatan.
15 Mitra Promosikan Destinasi Indonesia
Kehadiran Indonesia di ITB India 2026 juga mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perwakilan Indonesia di luar negeri dalam memperkuat promosi pariwisata nasional di pasar internasional.
Paviliun Wonderful Indonesia seluas 81 meter persegi merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, yang bersama-sama menghadirkan dan mempromosikan beragam potensi destinasi serta produk pariwisata Indonesia kepada pasar India.
Sebanyak 15 co-exhibitor mempromosikan beragam destinasi Indonesia, mulai dari Jakarta, Bali, Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Batam-Bintan, Raja Ampat, Borneo, Lombok, Flores, Bunaken, Tanjung Puting, hingga berbagai destinasi Beyond Bali lainnya. (*)
Editor: Galih Pratama


