Poin Penting
- PT Indonesia Open Network (ION) membidik investasi tahap awal USD100 juta untuk membangun infrastruktur publik digital di Indonesia.
- Dana ditargetkan berasal dari sedikitnya 20 perusahaan dengan kontribusi sekitar USD5 juta per investor.
- ION menyiapkan struktur kepemilikan saham yang tersebar agar tidak dikuasai satu pemegang saham.
Jakarta – PT Indonesia Open Network (ION) membidik investasi tahap awal senilai USD100 juta untuk membangun infrastruktur publik digital (digital public infrastructure/DPI) di Indonesia.
Investasi tersebut ditargetkan berasal dari sedikitnya 20 perusahaan dengan kontribusi masing-masing sekitar USD5 juta.
“Perusahaan menargetkan investasi tahap pertama sekitar 100 juta dolar AS dari sedikitnya 20 perusahaan dengan kontribusi masing-masing sekitar 5 juta dolar AS,” ujar Presiden Direktur PT ION, Bayu Prawira Hie, dalam keterangannya, Rabu, 9 September 2026.
Baca juga: Kadin Dorong Kekayaan Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia
Bayu mengatakan pendirian badan hukum ION menjadi tonggak penting karena perusahaan akan menjalankan kegiatan komersial, kerja sama bisnis, investasi, dan pembangunan teknologi.
“Hari ini adalah penandatanganan pendirian PT Indonesia Open Network. Dengan berdirinya PT ION, kami memiliki entitas hukum yang dapat menjalankan berbagai kegiatan bisnis sekaligus memberikan pertanggungjawaban kepada para pemegang saham yang berinvestasi untuk membangun Indonesia,” ujarnya.
Siapkan Kepemilikan Saham yang Tersebar
PT ION memiliki modal dasar Rp10 miliar, dengan modal ditempatkan dan disetor Rp2,5 miliar. Perusahaan menerbitkan 2.500.001 saham yang terdiri atas 2,5 juta saham seri A dan satu saham khusus atau golden share.
Untuk sementara, 2,5 juta saham seri A dimiliki PT Chairos International Ventures. Saham tersebut disiapkan untuk dialihkan kepada investor baru, sedangkan golden share dimiliki Yayasan ION Teknologi Indonesia.
Baca juga: Jelang ASEAN 2027, Kadin Indonesia dan Singapura Perkuat Kerja Sama AI
Bayu melanjutkan, struktur tersebut dirancang agar kepemilikan ION tersebar dan tidak dikuasai oleh satu pemegang saham. Targetnya, investor berasal dari berbagai sektor, termasuk perbankan, manufaktur, perusahaan teknologi, pemerintah maupun badan usaha milik negara.
Fokus pada Investor Domestik
CEO PT Chairos International Ventures, Sachin Gopalan mengatakan, PT ION dibentuk sebagai sarana investasi bagi berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, investor domestik menjadi fokus utama karena ION dirancang sebagai aset strategis Indonesia.
“ION akan menjadi infrastruktur publik yang dapat digunakan masyarakat untuk melakukan perdagangan digital sekaligus menyediakan berbagai perangkat agar perusahaan-perusahaan Indonesia mampu meningkatkan kapabilitas digitalnya,” ujar Sachin.
Menurut Sachin, struktur kepemilikan ION akan dibangun berdasarkan prinsip kepemilikan bersama yang tersebar dan berimbang. Pemegang saham diharapkan berasal dari berbagai sektor, termasuk pemerintah atau badan usaha milik negara, perbankan, manufaktur, dan perusahaan teknologi.
Sejumlah perusahaan teknologi juga telah menunjukkan minat. Salah satunya Google yang memberikan hibah USD1,5 juta melalui program inkubasi. (*)
Editor: Yulian Saputra


