Poin Penting
- Kadin Indonesia dan SBF membahas pemanfaatan AI untuk memperluas perdagangan kedua negara.
- Kerja sama Trade AI Advisor akan terus dikembangkan menjelang Kepemimpinan ASEAN 2027.
- Kadin dan SBF berencana menggelar Singapore Regional Business Forum pada 2027.
Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Singapore Business Federation (SBF) membahas pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung perdagangan bisnis kedua negara.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari agenda menuju Kepemimpinan ASEAN 2027 yang akan dijalankan Singapura.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengatakan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat mendukung perdagangan agar semakin luas, efisien, cepat, dan memiliki akses pasar yang lebih besar.
“Bagaimanapun kita ingin selalu memastikan bahwa kita bisa melakukan perdagangan lebih banyak dengan teknologi, lebih murah, lebih cepat, dan akses pasar lebih besar,” ujar Anin sapaan akrabnya, Jumat, 4 September 2026.
Selain pemanfaatan AI untuk perdagangan, Anin mengatakan pembahasan juga mencakup Kepemimpinan ASEAN 2027 yang akan dijalankan Singapura.
Menurutnya, Kadin Indonesia mendukung upaya untuk memperkuat keterhubungan ASEAN, terbuka secara global, dan berkelanjutan.
Baca juga: Kadin Bawa 12 Usulan Revisi UU Kadin ke DPR, Ini Poin-Poinnya
“Kita mendukung supaya ASEAN lebih terhubung, lebih global, dan juga lebih berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, Anin menambahkan, Kadin Indonesia dan SBF juga merencanakan kerja sama untuk menyelenggarakan Singapore Regional Business Forum pada pertengahan 2027.
“Tentu Kadin dengan senang hati akan mendukung SBF di sana,” ujar Anin.
SBF Optimistis terhadap Ekonomi Indonesia
Sementara itu, Chairman of SBF Mark Lee mengatakan SBF telah tiga kali berkunjung ke Indonesia dalam tiga bulan terakhir. Menurutnya, intensitas kunjungan tersebut menunjukkan keyakinan SBF terhadap fundamental ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
“Kami telah berada di Indonesia dalam tiga bulan terakhir dan sudah tiga kali berkunjung. Hal ini karena kami percaya pada fundamental ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” kata Mark.
Pada kunjungan kali ini, SBF membawa perwakilan dunia usaha Singapura dari berbagai sektor, termasuk kesehatan, ritel, komoditas, dan perkebunan. Mark mengatakan masih terdapat banyak peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara dunia usaha Singapura dan Indonesia bersama Kadin.
Baca juga: Kadin Dorong Kendaraan Listrik dan Industri Hijau untuk Pacu Ekonomi 8 Persen
“Kami percaya masih banyak hal dan kerja sama yang sebenarnya dapat kita lakukan bersama Kadin. Kami telah memulai MoU dan sekarang bekerja sama secara erat untuk mengoperasionalkan Trade AI Advisor,” kata Mark.
Menurutnya, kerja sama tersebut akan terus dikembangkan, tidak hanya melalui Trade AI Advisor, tetapi juga dalam agenda ASEAN ketika Singapura memegang Kepemimpinan ASEAN pada 2027.
“Ketika Singapura memegang Kepemimpinan ASEAN tahun depan, kami bermaksud untuk bekerja dan berkolaborasi erat dengan mitra-mitra kami di Indonesia untuk mendorong agenda yang relevan dan mampu menciptakan lapangan kerja yang baik, baik bagi perekonomian Indonesia maupun seluruh perekonomian ASEAN,” ujarnya.
Selain itu, SBF juga berencana menyelenggarakan Singapore Business Regional Forum pada tahun depan bersama Kadin Indonesia. (*)
Editor: Yulian Saputra


