Poin Penting
- Asuransi Astra tetap mencatat pertumbuhan bisnis hingga semester I 2026 di tengah tekanan industri asuransi umum.
- Perlambatan ekonomi paling terasa pada sektor pertambangan dan bisnis alat berat.
- Asuransi kesehatan masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan bisnis perseroan.
Jakarta – PT Asuransi Astra Buana masih mencatat pertumbuhan bisnis hingga semester I 2026 di tengah tekanan yang dihadapi industri asuransi umum.
Presiden Direktur PT Asuransi Astra Buana Maximiliaan Agatisianus mengatakan pertumbuhan industri asuransi umum dalam beberapa bulan terakhir relatif tipis. Bahkan, industri mencatat kontraksi pada periode enam bulan pertama 2026.
“Kita puji syukur, alhamdulillah masih bisa perform, baik kuartal I maupun semester I. Kita tetap bertumbuh,” ujar Maximiliaan, di Jakarta, Jumat, 11 September 2026.
Baca juga: Asuransi Astra Sebut Risiko Kendaraan Listrik Lebih Tinggi, Premi Ikuti OJK
Menurutnya, berdasarkan data yang telah dirilis, pertumbuhan industri asuransi umum dalam tiga bulan hanya sekitar 3 persen. Sementara itu, pertumbuhan selama enam bulan pertama tahun ini mengalami penurunan.
“Kalau kita lihat berdasarkan pertumbuhan industri 3 bulan itu, bisa dikatakan pertumbuhannya tipis, sekitar 3 persen. Bahkan pertumbuhan asuransi umum 6 bulan ini malah sudah dirilis juga turun,” ujarnya.
Pertambangan dan Alat Berat Tertekan
Maximiliaan mengatakan perlambatan ekonomi paling terasa pada sektor yang berkaitan dengan aktivitas komunitas dan pertambangan.
Kebijakan regulasi terkait Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) juga dinilai membatasi sejumlah aktivitas di sektor pertambangan. Kondisi tersebut ikut berdampak pada bisnis alat berat dan asuransi yang terkait.
“Memang sektor yang paling terimbas itu adalah sektor yang justru berhubungan dengan komunitas. Dengan komunitas ditambah ada kebijakan regulasi tentang RKAP, itu cukup membatasi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan mining,” jelasnya.
Baca juga: Astra Realisasikan Capex Rp16,9 Triliun, Mayoritas untuk Akuisisi Tambang Emas
Asuransi Kesehatan Jadi Penopang
Di tengah tekanan tersebut, bisnis asuransi kesehatan Asuransi Astra masih mencatat pertumbuhan. Hal ini didorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan perlindungan kesehatan.
“Untuk asuransi kesehatan juga masih bertumbuh dengan baik. Kita lihat awareness akan demand akan permintaan asuransi kesehatan juga cukup tinggi, awareness untuk insuransi,” bebernya.
Maximiliaan mengatakan perseroan akan terus mengandalkan diversifikasi portofolio untuk menghadapi tantangan ekonomi dan industri.
“Dengan tantangan yang cukup tinggi di tahun ini, Asuransi Astra sampai dengan semester I ini masih dapat berjalan dan tumbuh dengan baik,” pungkasnya.
Baca juga: Komisaris dan Direktur Emiten Anak Usaha Astra Kompak Mengundurkan Diri
Premi Industri Asuransi Umum Turun
Sebagai gambaran, pendapatan premi asuransi umum dan reasuransi di Indonesia mengalami kontraksi 3,04 persen secara tahunan menjadi Rp88,36 triliun per Juli 2026.
Meski premi menurun, aset industri asuransi umum masih tumbuh positif sebesar 5,1 persen menjadi Rp270,4 triliun hingga triwulan II 2026. (*)
Editor: Yulian Saputra


