Poin Penting
- DPR mengapresiasi kinerja Himbara, Pegadaian, dan PNM pada kuartal I 2026.
- Lima bank Himbara membukukan laba bersih kumulatif Rp39,92 triliun pada kuartal I 2026.
- Danantara dinilai mendorong sinergi dan transformasi BUMN sektor keuangan.
Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengapresiasi kinerja keuangan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sepanjang kuartal I 2026.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan transformasi BUMN sektor jasa keuangan yang dijalankan melalui Danantara mulai membuahkan hasil.
Pada tiga bulan pertama 2026, lima bank anggota Himbara membukukan laba bersih kumulatif Rp39,92 triliun. Nilai tersebut berpotensi lebih besar jika memperhitungkan kinerja lembaga keuangan ultra mikro (UMi), yakni Pegadaian dan PNM.
Pegadaian mencatat laba Rp4,38 triliun pada kuartal I 2026. Sementara itu, PNM telah melayani 23,1 juta nasabah di seluruh Indonesia melalui berbagai program pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro.
“Kinerja positif Himbara, Pegadaian, dan PNM pada kuartal pertama 2026 menunjukkan transformasi BUMN Himbara dan UMi yang dijalankan Danantara berada pada jalur yang tepat. Yang kita lihat bukan sekadar peningkatan laba, tetapi juga penguatan efisiensi, kualitas pertumbuhan, dan perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Misbakhun, dalam keterangannya, Selasa, 21 Juli 2026.
Baca juga: IHSG Sepekan Melonjak 4,24 Persen, Saham Bank Himbara Kompak Menguat
Kinerja Bank Himbara Tetap Solid
Misbakhun pun menyoroti kinerja positif masing-masing bank anggota Himbara sepanjang kuartal I 2026. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat laba bersih Rp15,4 triliun, dengan pertumbuhan kredit sebesar 17,4 persen secara tahunan.
Lalu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan laba bersih Rp15,5 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 13,7 persen (year on year/yoy). Kinerja tersebut didukung penyaluran kredit sebesar Rp1.562 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp1.555 triliun.
Capaian tersebut melanjutkan kinerja BRI sepanjang 2025. Pada periode tersebut, BRI meraih laba konsolidasian Rp57,13 triliun dan membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun.
Baca juga: Pakar Nilai Dana SAL di Himbara Sesuai Regulasi untuk Perkuat Disiplin Fiskal
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat laba Rp5,66 triliun, dengan pertumbuhan kredit 20,1 persen menjadi Rp919,3 triliun.
Hingga akhir Mei 2026, total aset BNI mencapai Rp1.365,36 triliun, DPK Rp1.063,92 triliun, dan ekuitas Rp160,99 triliun. Kinerja tersebut didukung transformasi digital yang mendorong jumlah pengguna platform Wondr by BNI melampaui 12 juta nasabah serta pertumbuhan transaksi BNIdirect lebih dari 25 persen secara tahunan.
Selanjutnya, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan laba Rp2,2 triliun atau tumbuh 17,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan dana murah, kinerja bisnis emas, dan penguatan bisnis digital.
Baca juga: Himbara Nilai PFII Bisa jadi Magnet Arus Modal Global ke RI
Kemudian, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba Rp1,16 triliun. Laba BTN tumbuh 55,84 persen, sekaligus menjadi pertumbuhan laba tertinggi di antara bank Himbara, disertai penguatan fungsi intermediasi di sektor perumahan.
Kapitalisasi Pasar Himbara Capai Rp1.100 Triliun
Misbakhun turut menyoroti kapitalisasi pasar Himbara yang kini mencapai sekitar Rp1.100 triliun atau sekitar 10 persen dari total nilai pasar modal Indonesia.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan BUMN mampu menjaga profitabilitas sekaligus menjalankan peran strategis sebagai motor penggerak perekonomian nasional.
Legislator Partai Golkar dari daerah pemilihan Jawa Timur II itu menilai pertumbuhan kredit yang konsisten, peningkatan dana pihak ketiga, dan penguatan dana murah menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan mendukung agenda pembangunan nasional.
Danantara Dinilai Perkuat Sinergi BUMN
Ia menambahkan, kehadiran Danantara sebagai pengelola investasi dan transformasi BUMN telah mendorong terciptanya sinergi yang lebih kuat antar-entitas Himbara dan UMi.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan aset negara sekaligus memastikan setiap BUMN menjalankan mandat pembangunan yang diberikan pemerintah.
Baca juga: Ekonomi RI Dibidik Tumbuh 8 Persen di 2029, Misbakhun Ungkit Kejayaan Macan Asia
Lebih lanjut, Misbakhun mengatakan keberhasilan BUMN sektor keuangan pada kuartal I 2026 menjadi fondasi untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap arah transformasi BUMN yang dijalankan pemerintah melalui Danantara.
“Kinerja ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan BUMN. Tujuan akhirnya bukan hanya mencetak keuntungan, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola BUMN mampu memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


