Poin Penting
- Gunung Anak Krakatau berstatus Siaga atau Level 3 sejak 4 September 2026.
- Commuter Line Merak tetap beroperasi dengan 14 perjalanan.
- Commuter Line Basoetta melayani 64 perjalanan meski penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta masih terganggu.
Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau ditetapkan Siaga atau berstatus level 3 sejak Jumat, 4 September 2026.
Berdasarkan hal tersebut, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, memastikan bahwa seluruh layanan perjalanan Commuter Line pada Minggu (6/9) tetap berjalan normal.
Ia merinci, layanan Commuter Line Merak yang beroperasi terdekat dengan lokasi Gunung Anak Krakatau tetap beroperasi normal dengan total 14 perjalanan.
“Di mana, ada tujuh jadwal keberangkatan dari Stasiun Merak dan tujuh perjalanan menuju Stasiun Merak,” kata Karina dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.
Baca juga: 6 Bandara Ditutup akibat Erupsi Anak Krakatau, Terbaru Husein Sastranegara Bandung
Sementara itu, Commuter Line Basoetta juga tetap beroperasi normal dengan melayani 64 perjalanan pada Minggu (6/9).
Layanan tersebut tetap berjalan meski Bandara Soekarno-Hatta belum melayani penerbangan domestik maupun internasional.
Abu Vulkanik Mulai Terdeteksi di Jabodetabek
Adapun erupsi Gunung Anak Krakatau juga berdampak ke wilayah Jabodetabek. Abu vulkanik mulai terpantau di sejumlah stasiun Commuter Line.
Karena itu, KAI Commuter mengimbau pengguna dan masyarakat untuk menggunakan masker selama berada di area stasiun maupun saat melakukan perjalanan dengan Commuter Line.
“Untuk itu KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna dan masyarakat luas untuk menggunakan masker selama berada di area stasiun maupun saat melakukan perjalanan Commuter Line,” imbuhnya.
Baca juga: Abu Vulkanis Anak Krakatau sampai Tangsel, Warga Diimbau Pakai Masker
KAI Commuter akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menyesuaikan operasional perjalanan jika diperlukan. Keselamatan dan keamanan pengguna tetap menjadi prioritas. (*)
Editor: Yulian Saputra


