Poin Penting
- IHSG dalam sepekan naik 4,24 persen ke 6.175,53, ditopang net foreign buy Rp442,05 miliar
- Saham bank Himbara kompak menguat, dengan BRIS dan BBRI memimpin kenaikan
- Analis merekomendasikan BMRI dan BBRI sebagai pilihan trading buy berkat prospek fundamental yang positif.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada perdagangan sepekan, 13-17 Juli 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), bursa ditutup menguat 4,24 persen ke level 6.175,53, dibandingkan posisi 5.924,36 pada pekan sebelumnya.
Penguatan IHSG turut ditopang oleh aksi beli bersih (net foreign buy) investor asing di pasar saham yang mencapai Rp442,05 miliar atau setara USD24,97 juta.
Sejalan dengan reli pasar, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar atau himpunan bank milik negara (Himbara) juga mencatatkan kinerja positif.
Tercatat, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin penguatan dengan naik 6,27 persen menjadi Rp3.060 dari Rp2.870 per saham.
Baca juga: Lima Saham Pengerek IHSG Pekan Ini, Perbankan Mendominasi
Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 5,18 persen ke level Rp4.470 per saham, dari posisi Rp4.250 pada pekan sebelumnya.
Adapun saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik 2,55 persen menjadi Rp3.620 per saham dari Rp3.530.
Di sisi lain, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatat kenaikan paling tinggi di antara bank-bank besar, yakni 7,71 persen menjadi Rp1.885 per saham dari sebelumnya Rp1.750.
Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai sektor perbankan masih menjadi pilihan utama di tengah penguatan pasar saham.
Baca juga: MSCI Rombak Aturan Seleksi Saham, Berlaku Mulai Agustus 2026
“BMRI direkomendasikan trading buy dengan target harga Rp4.710, didukung pertumbuhan kredit yang solid dan valuasi yang masih menarik,” ucap Hendra dalam keterangannya dikutip, 20 Juli 2026.
Selain BMRI, Hendra juga melihat prospek positif pada saham BBRI. Menurutnya, saham bank pelat merah tersebut memiliki target harga di level Rp3.130, didukung prospek pemulihan kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta perbaikan profitabilitas. (*)
Editor: Galih Pratama


