Poin Penting
- OCBC mengakuisisi bisnis International Wealth and Premier Banking (IWPB) milik HSBC di Indonesia.
- Akuisisi diproyeksikan meningkatkan AUM OCBC Indonesia hingga 25 persen.
- OCBC memperkuat layanan wealth management melalui integrasi regional dan pengembangan digital.
Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) menjadikan akuisisi bisnis International Wealth and Premier Banking (IWPB) milik PT Bank HSBC Indonesia (HSBC) di Indonesia sebagai strategi untuk memperkuat bisnis wealth management di pasar domestik.
CEO OCBC Group Tan Teck Long mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan strategi pertumbuhan regional perseroan, terutama di Indonesia yang dinilai sebagai salah satu pasar utama di Asia Tenggara.
“Akuisisi ini mengikuti keberhasilan integrasi OCBC Indonesia dengan PT Bank Commonwealth Indonesia pada tahun 2024, untuk memperluas penetrasi pasar OCBC di ekonomi terbesar Asia Tenggara, khususnya di Indonesia yang merupakan salah satu pasar pertumbuhan utama OCBC,” ujar Tan, dalam keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.
Baca juga: OCBC Cetak Laba Rp1,36 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh 5 Persen
Diketahui, Bisnis IWPB milik HSBC Indonesia melayani nasabah ritel dan wealth dengan berbagai produk perbankan serta layanan wealth management yang disesuaikan kebutuhan nasabah.
Portofolio tersebut mencakup simpanan nasabah, produk investasi seperti obligasi, reksa dana, dan asuransi, kartu kredit, hingga kredit ritel.
Presiden Direktur OCBC Indonesia, Parwati Surjaudaja, mengatakan penguatan bisnis wealth management dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap layanan keuangan yang lebih terintegrasi.
“Ini menjadi modal penting bagi kami untuk memperkuat layanan wealth management di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap akses produk, layanan, insights, hingga konektivitas regional,” jelasnya.
Menurut Parwati, potensi bisnis wealth management di Indonesia tidak hanya berasal dari segmen affluent, tetapi juga berbagai lapisan nasabah yang membutuhkan solusi pengelolaan aset sesuai kebutuhan finansial masing-masing.
OCBC Perkuat Layanan Digital dan Hybrid
Selain memperluas kapabilitas lokal dan regional, kata Parwati, OCBC juga terus mengembangkan layanan digital guna menghadirkan pengalaman nasabah yang lebih seamless.
Layanan tersebut mencakup kemudahan memantau portofolio investasi, mengakses insight pasar, hingga melakukan transaksi secara mandiri melalui platform digital.
Baca juga: OCBC Caplok Bisnis Ritel dan Wealth HSBC, Aset Kelolaan Tembus Rp89,8 Triliun
Parwati menilai pendekatan hybrid yang menggabungkan teknologi dan human touch menjadi semakin penting di tengah ekspektasi nasabah terhadap layanan perbankan yang lebih personal dan fleksibel.
“OCBC menilai kombinasi kekuatan regional, pemahaman lokal, serta pengembangan layanan berbasis kebutuhan nasabah menjadi fondasi penting dalam memperkuat bisnis wealth management di Indonesia ke depannya,” tandasnya.
AUM Diproyeksikan Naik 25 Persen
OCBC Indonesia diketahui resmi mengakuisisi aset dan liabilitas bisnis retail banking serta wealth management milik HSBC Indonesia. Akuisisi tersebut mencakup unit IWPB di Tanah Air.
Secara bisnis, transaksi ini diproyeksikan meningkatkan assets under management (AUM) OCBC Indonesia hingga 25 persen setelah transaksi rampung. Selain itu, saldo kartu kredit diperkirakan tumbuh lebih dari 150 persen.
Baca juga: HSBC Ingatkan Dampak Harga Minyak Tembus USD100, BI Rate Berpotensi Naik
Adapun penyelesaian transaksi ditargetkan rampung pada kuartal II 2027. Sementara itu, portofolio yang diakuisisi mencakup total aset kelolaan (assets under management/AUM) sebesar Rp89,8 triliun.
Nilai tersebut terdiri dari investasi nasabah di instrumen obligasi, reksa dana, dan asuransi sebesar Rp58,2 triliun, simpanan nasabah Rp31,6 triliun, serta portofolio kredit ritel kecil senilai Rp3,6 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


