Poin Penting
- BTN menjadikan kepemilikan rumah sebagai fondasi transformasi digital dan pengembangan ekosistem Bale by BTN.
- Bale by BTN telah digunakan lebih dari 4,3 juta pengguna dengan total 1,3 miliar transaksi senilai lebih dari Rp67 triliun.
- BTN memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses kredit, meningkatkan akurasi, dan mengurangi potensi fraud.
Jakarta – Transformasi digital di sektor perbankan tidak sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi juga membuka akses, menciptakan peluang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Direktur Bank BTN Hirwandi Gafar dalam Seminar Nasional dan Pelantikan ISEI Jakarta Komisariat Perbanas yang digelar Perbanas Institute, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia mengungkapkan, strategi digital BTN dibangun dari kebutuhan mendasar masyarakat Indonesia, yakni kepemilikan rumah.
“Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan aplikasi baru atau teknologi yang canggih. Namun bagaimana teknologi dapat membuka akses, menciptakan kesempatan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Hirwandi dalam pemaparannya.
Ia menjelaskan, perjalanan transformasi BTN berawal dari sejarah panjang perseroan. Bank yang berdiri pada 1897 dengan nama Postspaarbank itu awalnya didirikan untuk mendorong budaya menabung masyarakat.
Selanjutnya, pemerintah memberikan mandat kepada BTN untuk mengembangkan pembiayaan perumahan hingga meluncurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pertama di Indonesia pada 10 Desember 1976.
Baca juga: BTN Pastikan Tak Revisi RBB 2026, Fokus Jaga Likuiditas
Seiring berjalan waktu, BTN terus mengembangkan layanan digital. Pada 2015, BBTN meluncurkan platform BTN Properti yang memungkinkan masyarakat mencari rumah sekaligus mengajukan KPR secara daring.
Transformasi berlanjut melalui perubahan identitas perusahaan pada 2024 yang menandai arah baru BTN menuju layanan yang lebih modern dan terdigitalisasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Bale by BTN pada 2025.
“Jadi Bale ini artinya rumah. Jadi BTN karena 1976 merupakan bank pertama kali yang meluncurkan kredit pemilikan rumah dan BTN sangat dekat dengan masyarakat terkait dengan kepemilikan rumah maka platform digital BTN kami namakan adalah Bale,” jelasnya.
Bangun Ekosistem Digital Perumahan
Ia melanjutkan, melalui Bale by BTN, BTN mengembangkan ekosistem digital yang tidak hanya melayani pengajuan KPR, tetapi juga seluruh perjalanan nasabah.
Layanan tersebut mencakup pencarian rumah, perbandingan properti, simulasi kredit, pengajuan pembiayaan, hingga pemantauan proses persetujuan secara digital.
Di sisi internal, BTN juga mendigitalisasi proses kredit melalui sistem analitik otomatis. Perseroan bahkan tengah mengembangkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memverifikasi pendapatan dan pekerjaan serta penilaian properti.
Baca juga: Bos BTN Kasih Bocoran Agenda RUPSLB Awal September 2026, Apa Saja?
Menurut Hirwandi, penggunaan AI diharapkan mempercepat proses kredit, meningkatkan akurasi analisis, dan mengurangi potensi kecurangan (fraud).
“Kami melakukan dengan bantuan artificial intelligence supaya lebih cepat dan lebih tepat dan juga bisa mengurangi potensi fraud yang ada,” ujarnya.
Bale by BTN Dikembangkan Menjadi Super App
BTN menilai kebutuhan nasabah tidak berakhir setelah memiliki rumah. Karena itu, Bale by BTN dikembangkan menjadi super app yang mengintegrasikan berbagai layanan keuangan dan kebutuhan sehari-hari.
Platform tersebut mencakup sejumlah ekosistem, seperti Bale Properti, Bale Community, Bale Pinjam, Bale Merchant, dan Bale Bisnis.
Selain itu, aplikasi tersebut juga terintegrasi dengan layanan perbankan digital, fitur gaya hidup, hingga layanan prioritas.
“BTN tidak hanya hadir membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga mendampingi mereka dalam setiap tahap kehidupan keluarga,” ujar Hirwandi.
Baca juga: BTN Integrasikan 4,8 Juta Pilihan Properti Rumah123 ke Bale by BTN
Pengguna Bale by BTN Tembus 4,3 Juta
Berdasarkan data perseroan, Bale by BTN menunjukkan pertumbuhan sejak diluncurkan pada 2025.
Hingga kini, aplikasi tersebut telah digunakan lebih dari 4,3 juta pengguna. Total transaksi mencapai 1,3 miliar dengan nilai lebih dari Rp67 triliun, sedangkan total saldo pengguna telah melampaui Rp24 triliun.
Sementara itu, Bale Merchant telah menggandeng sekitar 350 ribu merchant di seluruh Indonesia. Platform tersebut mencatatkan lebih dari 61 juta transaksi, dengan nilai mencapai Rp5,3 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


