Poin Penting
- Menurut Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu, RUPSLB BTN pada 4 September 2026 akan membahas perubahan susunan pengurus
- BTN dan SMF menjajaki sekuritisasi aset Rp300–500 miliar
- BTN juga membahas penerbitan obligasi subordinasi (tier 2) untuk memperkuat modal.
Jakarta — Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN, Nixon Napitupulu, memberi bocoran perihal agenda sementara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang dijadwalkan berlangsung pada 4 September 2026.
Menurut Nixon, salah satu agenda yang akan dibahas dalam RUPSLB BTN adalah perubahan susunan pengurus. Meski begitu, pihaknya masih menunggu usulan resmi mengenai jajaran pengurus yang akan mengalami perubahan.
“Terkait dengan RUPSLB pada tanggal 4 September 2026, agendanya sementara kalau dari Danantara yakni perubahan susunan pengurus. Kita masih nunggu dari mereka siapa pengurus yang akan diubah,” kata Nixon dalam paparan kinerja semester I 2026 di Jakarta, Rabu, 16 Juli 2026.
Selain membahas agenda RUPSLB, kata Nixon, BTN juga tengah menyiapkan sejumlah opsi aksi korporasi pada semester II 2026.
Baca juga: Laba BTN Tumbuh 40,8 Persen Jadi Rp2,4 Triliun di Semester I 2026
Lanjut Nixon, saat ini pihaknya tengah intens berdiskusi dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) perihal rencana sekuritisasi aset dengan nilai sekitar Rp300 miliar – Rp500 miliar.
“Kita sedang membicarakan bersama SMF ada dua, satu kemungkinan sekuritisasi kurang lebih Rp300 miliar sampai Rp500 miliar, nggak banyak,” ujarnya.
Di samping itu, BTN dan SMF juga membahas kemungkinan opsi penerbitan obligasi yang akan diserap oleh SMF.
Nixon bilang, instrumen yang diinginkan perseroan adalah obligasi subordinasi atau tier 2 capital untuk memperkuat struktur permodalan bank.
Baca juga: BTN Pastikan Tak Revisi RBB 2026, Fokus Jaga Likuiditas
“Mereka juga sedang bicara dengan kami (BTN) kemungkinan model kita terbitkan bonds yang beli dia, yang terkait perumahan. Itu sedang kita bahas, tapi kami mintanya bonds-nya tier 2 capital. Itu kalau jadi kita akan lakukan di semester 2,” bebernya.
Diketahui, dalam paparan kinerja semester I 2026, BTN melaporkan rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio atau LDR) mencapai 96,6 persen. Namun, Nixon belum memberikan proyeksi target LDR hingga akhir 2026. (*)
Editor: Galih Pratama


