Poin Penting
- Tugure mengedukasi mitra asuransi mengenai perbedaan Marine Cargo Insurance dan Freight Forwarder Liability Insurance untuk meningkatkan pemahaman pengelolaan risiko logistik.
- Kompleksitas rantai pasok dan aktivitas logistik yang terus meningkat mendorong kebutuhan perlindungan risiko yang lebih komprehensif bagi pelaku usaha.
- Freight Forwarder Liability Insurance dinilai memiliki potensi pasar besar, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan, logistik, dan transaksi digital di Indonesia.
Toba – Pertumbuhan industri logistik nasional yang semakin pesat di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan dan rantai pasok global menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi pelaku usaha.
Seiring meningkatnya kompleksitas pengiriman barang, kebutuhan akan perlindungan risiko yang lebih komprehensif juga semakin penting.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) melalui Tugure Academy menyelenggarakan sharing session bertajuk “Freight Forwarder Liability Insurance vs Marine Cargo Insurance: Understanding the Difference & Business Opportunity”.
Kegiatan tersebut menjadi forum berbagi wawasan mengenai perkembangan risiko industri logistik serta optimalisasi perlindungan asuransi bagi freight forwarder maupun cargo owner.
Kegiatan yang digelar di Toba, Sumatra Utara, tersebut diikuti 26 mitra usaha Tugure dari industri asuransi sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan hubungan bisnis.
Selain dikemas dalam format sharing session, kegiatan ini juga dipadukan dengan agenda leisure activity guna membangun keterlibatan yang lebih erat dengan para mitra dalam suasana yang hangat dan kolaboratif.
Baca juga: Tugure Soroti Pentingnya Ketepatan Penetapan Sum Insured pada Business Interruption Insurance
Marine and Aviation Group Head PT Tugu Reasuransi Indonesia, Jansen Kamedansen Siregar, menyampaikan bahwa pelaku usaha perlu memahami perbedaan fungsi antara Marine Cargo Insurance dan Freight Forwarder Liability Insurance agar perlindungan yang diberikan dapat
disesuaikan dengan karakteristik risiko bisnis.
“Perlindungan terhadap barang dan perlindungan terhadap tanggung jawab hukum memiliki fungsi yang berbeda. Pemahaman ini penting agar solusi yang diberikan lebih tepat sasaran sesuai eksposur risiko masing-masing bisnis,” ujar Jansen.
Potensi Pasar Besar
Dalam sesi pemaparan, Tugure juga membagikan perspektif reasuransi terkait perkembangan risiko di sektor marine cargo dan freight forwarding.
Risiko tidak lagi hanya berasal dari proses pengangkutan, tetapi juga dari aktivitas operasional, pergudangan, gangguan rantai pasok, perubahan iklim, hingga ketergantungan terhadap pihak ketiga.
Baca juga: Tugure Cetak Laba Rp110 Miliar, PSAK 117 Dorong Lonjakan Kinerja
Marine Underwriter Tugure, Riski Vanra Risni Tarigan, menjelaskan bahwa bisnis marine cargo saat ini menghadapi tantangan berupa kompetisi tarif yang semakin ketat di industri reasuransi.
Karena itu, Tugure melihat peluang pengembangan bisnis baru yang masih berada dalam ekosistem logistik, salah satunya melalui Freight Forwarder Liability Insurance.
“Produk Freight Forwarder Liability memiliki potensi market yang cukup besar seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan terhadap aktivitas logistik dan rantai pasok yang semakin kompleks,” ujar Riski.
Baca juga: Tugure Buka Suara soal Merger Reasuransi BUMN, Masih Tahap Kajian
Sementara itu, Marine Division Manager PT Axis International Adjuster, Muhammad Berly Sofianto, menambahkan bahwa pertumbuhan transaksi digital dan belanja online turut meningkatkan kebutuhan layanan logistik sekaligus memperbesar tanggung jawab freight forwarder terhadap barang milik pelanggan.
Menurutnya, freight forwarder menghadapi berbagai risiko, mulai dari kehilangan atau kerusakan barang, kesalahan dokumentasi, keterlambatan pengiriman, hingga potensi tuntutan hukum dari cargo owner.
Melalui kegiatan ini, Tugure menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan mitra bisnis sekaligus mendukung peningkatan pemahaman industri terhadap pengelolaan risiko logistik yang semakin kompleks dan dinamis. (*)


