Poin Penting
- Celios menilai target penerimaan perpajakan 2027 sebesar Rp2.908 triliun terlalu ambisius karena berisiko kembali mengalami shortfall
- Celios memproyeksikan penerimaan perpajakan 2027 hanya sekitar Rp2.736 triliun, di bawah target pemerintah, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 4,7 persen dan inflasi 5,74 persen
- PNBP 2027 diperkirakan hanya Rp447 triliun akibat potensi penurunan pendapatan dari sektor komoditas alam.
Jakarta – Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai target penerimaan perpajakan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto terlalu ambisius.
Pemerintah sendiri membidik penerimaan perpajakan mencapai Rp2.908 triliun pada 2027, atau tumbuh hingga 10,5 persen.
“Saya rasa target tersebut sangat ambisius mengingat tahun ini nampaknya terjadi shortfall. Artinya, tahun depan juga tidak akan tercapai kembali,” kata Nailul Huda, Direktur Ekonomi Celios, dalam keterangannya, dikutip Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurutnya, risiko tidak tercapainya target penerimaan pajak pada 2027 kian melebar mengingat adanya pembayaran restitusi pada akhir 2026 dan awal 2027.
Baca juga: Analis Beberkan Kunci Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
Pembayaran restitusi tersebut berisiko menggerus penerimaan perpajakan yang masuk ke kas negara pada tahun depan.
“Pembayaran restitusi di akhir 2026 dan awal 2027 bisa menggerus penerimaan perpajakan di tahun depan,” jelasnya.
Proyeksi Penerimaan Pajak Hanya Rp2.736 Triliun
Berbeda dengan target pemerintah, kata Huda, pihaknya memproyeksikan bahwa penerimaan perpajakan (pajak dan bea cukai) pada 2027 hanya mencapai berkisar Rp2.736 triliun.
Proyeksi tersebut menggunakan sejumlah asumsi ekonomi, semisal pertumbuhan ekonomi sebesar 4,7 persen dan inflasi sekitar 5,74 persen.
“Penerimaan ini setara dengan 9,39 persen dibandingkan dengan PDB nasional,” ujarnya.
Menurutnya, proyeksi tersebut menunjukkan adanya jarak cukup lebar antara target pemerintah dan kemampuan penerimaan yang realistis berdasarkan kondisi ekonomi.
Baca juga: Pemerintah Ambil Alih Guru PPPK Mulai 2027, DPR Siapkan Langkah Lanjutan
PNBP Diperkirakan Turun
Selain penerimaan perpajakan, Celios juga menyoroti target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada 2027.
Menurut Nailul, PNBP diperkirakan hanya berada di level Rp447 triliun. Penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh melemahnya pendapatan negara dari sektor komoditas alam.
“PNBP hanya di angka Rp447 triliun dengan menurunnya pendapatan dari komoditas alam yang diprediksi karena adanya PT DSI,” tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan rancangan APBN 2027, bertema “Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Sejahtera Lebih Cepat”, pada Jumat (14/8).
Angka-angka yang disampaikan oleh Prabowo pun terdengar sangat optimis dengan pertumbuhan ekonomi 2027 ditargetkan mencapai 6 persen.
Namun demikian, Celios menilai bahwa terdapat poin-poin yang disampaikan tersebut seharusnya bisa dirasionalkan sesuai dengan berbagai kondisi global dan nasional. (*)
Editor: Galih Pratama


