Poin Penting
- Emas dinilai tetap relevan sebagai aset diversifikasi portofolio sekaligus lindung nilai alami terhadap pelemahan rupiah
- ETF emas menawarkan efisiensi dibanding emas fisik dan digital, melalui biaya penyimpanan lebih rendah, spread 2-3 persen, kemurnian terstandardisasi, serta likuiditas di BEI
- Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) memberikan akses investasi emas berbasis syariah dengan underlying EGR, transaksi real time, dan minimum investasi yang relatif terjangkau
Jakarta – Emas kembali mendapat perhatian sebagai salah satu instrumen diversifikasi portofolio di tengah dinamika pasar keuangan dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Selain berfungsi sebagai aset lindung nilai, perkembangan produk investasi membuat akses terhadap emas kini semakin beragam, salah satunya melalui Exchange Traded Fund (ETF) emas yang resmi meluncur di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Agustus 2026.
Syailendra Capital menilai, emas memiliki karakter sebagai aset yang bersifat timeless sehingga tetap relevan dalam berbagai kondisi pasar.
Perannya tidak hanya sebagai portfolio diversifier, tetapi juga menjadi natural hedge terhadap pelemahan rupiah.
“Kehadiran emas sebagai aset yang bersifat timeless menjadikan perannya relevan sebagai portfolio diversifier di berbagai kondisi sekaligus natural hedge terhadap pelemahan rupiah,” tulis Syailendra Capital dalam Market Insight ETF Gold: New Way to Invest in Old Asset dikutip 20 Agustus 2026.
Seiring perkembangan kebutuhan investor, cara berinvestasi emas juga terus berevolusi, mulai dari emas fisik, emas digital, hingga ETF emas.
ETF emas, misalnya, instrumen ini menawarkan sejumlah keunggulan, terutama dari sisi efisiensi biaya penyimpanan dan spread harga yang relatif lebih kecil.
ETF emas memberikan investor eksposur terhadap emas fisik tanpa harus memiliki dan menyimpan emas secara langsung.
Dengan demikian, investor tetap memperoleh akses terhadap aset emas dengan kemurnian yang terstandardisasi.
Baca juga: Buruan Cek! Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini (20/8) Anjlok Berjamaah
Alasan Investasi ETF Emas Menjanjikan
Menurut Syailendra Capital, ada lima alasan investasi ETF emas sebagai diversifikasi portofolio investasi yang menarik. Apa saja?
Pertama, investor tidak perlu repot menyimpan emas fisik karena kepemilikan dilakukan melalui instrumen ETF.
Kedua, spread harga relatif kecil, yakni sekitar 2 persen – 3 persen, sehingga dinilai lebih efisien.
Ketiga, kemurnian emas tetap terstandardisasi. Keempat, investor dapat menghemat biaya penyimpanan karena tidak perlu menyediakan tempat penyimpanan emas secara fisik.
Terakhir, likuiditas ETF emas dijaga oleh Dealer Partisipan dan transaksi dapat dilakukan di Bursa Efek Indonesia selama jam perdagangan.
ETF Sharia Gold
Pilihan produk ETF emas juga makin beragam. Salah satunya yang ditawarkan Syailendra Capital, yakni Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
XSGO hadir sebagai instrumen investasi syariah yang memberikan eksposur terhadap emas melalui mekanisme perdagangan di bursa.
Produk tersebut menggunakan underlying berupa emas dalam bentuk Electronic Gold Receipts (EGR) dengan standar kemurnian 99,5 persen LBMA dan 99,9 persen SNI.
Produk ini menawarkan sejumlah keunggulan bagi investor, di antaranya standar kemurnian emas yang terjamin, kemudahan transaksi tanpa perlu menyimpan emas fisik, serta transparansi harga dan informasi produk secara real time.
Baca juga: Modal Makin Terjangkau, Investasi Emas Bisa Dimulai 0,1 Miligram
Transaksi XSGO dapat dilakukan secara digital dan real time selama jam perdagangan bursa, serupa dengan mekanisme perdagangan saham.
Dari sisi aksesibilitas, produk ini juga dapat diakses melalui pasar primer maupun pasar sekunder dengan minimum investasi yang relatif terjangkau.
Selain itu, investor tidak perlu menanggung biaya pembuatan maupun penyimpanan emas fisik.
Dengan demikian, XSGO dapat menjadi salah satu alternatif dalam strategi diversifikasi portofolio sekaligus menjaga nilai aset dalam jangka panjang. (*)


