Poin Penting
- Kredit perbankan Juli 2026 tumbuh 13,58 persen yoy, meningkat dari 12,67 persen pada Juni 2026, dengan dukungan optimalisasi KLM yang mencapai Rp446,5 triliun
- Pertumbuhan kredit sekitar 14 persen dinilai diperlukan untuk menopang target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027
- Pemerintah menargetkan ekonomi tumbuh 6 persen pada 2027, disertai sasaran inflasi 2,5 persen, yield SBN 10 tahun 6,9 persen, dan rupiah Rp17.500 per dolar AS.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Juli 2026 mencapai 13,58 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 12,67 persen yoy.
Pertumbuhan kredit tersebut turut ditopang optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM tercatat mencapai Rp446,5 triliun.
Lantas, apakah akselerasi pertumbuhan kredit tersebut mampu menopang target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2026 dan 6 persen pada 2027?
Baca juga: Celios Nilai Target Ekonomi 6 Persen Terlalu Optimistis
Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nurkholis Syafruddin, memperkirakan secara teknikal pertumbuhan kredit perlu mencapai sekitar 14 persen untuk menopang pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen.
Danang menjelaskan, estimasi tersebut mengacu pada perhitungan multiple pertumbuhan kredit terhadap pertumbuhan ekonomi yang secara historis berada pada kisaran 1,8-2,3 kali.
Dengan menggunakan batas atas multiple tersebut, pertumbuhan kredit yang dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi 6 persen diperkirakan mencapai sekitar 14 persen.
“Mungkin kalau kita liat historical dari 1,8-2,3 multiple, ya mungkin rentang atasnya kurang lebih 14 persen (pertumbuhan kredit),” ucap kata pria yang diakrab disapa Danang ini kepada Infobanknews dikutip, 19 Agustus 2026.
Baca juga: Airlangga Ungkap Bantalan Ekonomi RI Masih Kuat di Tengah Gejolak Global
Target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 ditetapkan Presiden Prabowo Subianto dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang disampaikan dalam pidato RUU APBN pada Jumat (14/8).
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah menargetkan inflasi dapat dijaga pada level 2,5 persen, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen, serta nilai tukar rupiah di level Rp17.500 per dolar AS. (*)
Editor: Galih Pratama


