Poin Penting
- CIMB Niaga mengandalkan program Kejar Mimpi untuk memperkuat loyalitas nasabah, terutama segmen muda, retail, dan affluent melalui pengalaman eksklusif
- Seluruh strategi branding diselaraskan dengan target pertumbuhan bisnis dan penguatan customer experience
- CIMB Niaga menargetkan seluruh lini bisnis, mulai korporasi hingga syariah, tetap tumbuh sepanjang 2026.
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus menggenjot strategi bisnis dengan menyasar pertumbuhan segmen retail, nasabah muda, serta kelompok affluent melalui sejumlah pendekatan berbasis pengalaman pelanggan (customer experience).
Head of Marketing, Brand & Customer Experience CIMB Niaga, Amir Widjaya, mengatakan program Kejar Mimpi menjadi salah satu strategi perseoran dalan membangun kedekatan dengan nasabah sekaligus memperkuat loyalitas terhadap produk dan layanan CIMB Niaga.
Menurutnya, Kejar Mimpi dirancang sebagai pengalaman eksklusif yang diberikan kepada nasabah loyal, termasuk segmen affluent seperti Privileged, Preferred, dan Private Banking, serta pengguna layanan digital OCTO.
“Konsepnya memang sebuah experience unik yang selalu ingin kami berikan untuk nasabah loyal kami, termasuk nasabah affluent di privileged, preferred, dan private Banking, Jadi kami kemas menjadi pengalaman yang tidak bisa dibeli selain menjadi nasabah kami,” ujar Amir, kepada Infobanknews, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Baca juga: OJK Bubarkan Dana Pensiun Bank CIMB Niaga, Ini Alasannya
Ia menjelaskan, event Kejar Mimpi tidak hanya menjadi aktivitas pemasaran, melainkan menjadi bagian dari upaya BNGA menyampaikan pesan mengenai pentingnya perencanaan dan pencapaian tujuan finansial melalui pendekatan yang lebih sederhana dan universal, salah satunya lewat musik.
Strategi Branding Selaras dengan Pertumbuhan Bisnis
Amir menegaskan, seluruh aktivitas branding CIMB Niaga, termasuk penyelenggaraan konser dan kegiatan berbasis komunitas, selalu diarahkan untuk mendukung strategi bisnis perusahaan.
Menurutnya, setiap program komunikasi dan pemasaran disesuaikan dengan segmen nasabah yang menjadi prioritas pengembangan bisnis.
“Apa pun kegiatan branding yang kami lakukan selalu selaras dengan strategi besar bank. Kami memilah segmen-segmen penting yang ingin kami tumbuhkan, lalu aktivitas branding disesuaikan dengan strategi customer yang ingin diprioritaskan,” jelasnya.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, CIMB Niaga kata dia tak hanya fokus pada satu segmen bisnis tertentu.
Baca juga: OCTO Masuk Fase Deepening, CIMB Niaga Perkaya Layanan Investasi
Bank tersebut berupaya memperkuat seluruh lini, mulai dari corporate banking, commercial banking, segmen usaha kecil dan menengah (SME), nasabah individu, hingga bisnis syariah.
“Kami tidak bisa mengatakan hanya fokus di satu lini. Sebagai salah satu bank terbesar, kami harus menjadi yang terbaik di setiap segmen bisnis yang kami miliki,” ujar Amir.
Semua Segmen Bisnis Didorong Tumbuh
Amir menambahan, seluruh portofolio bisnis CIMB Niaga saat ini terus digenjot agar dapat mencatatkan pertumbuhan secara berkelanjutan.
Ia menilai setiap segmen memiliki peran penting dalam mendukung kinerja perusahaan sehingga tidak ada lini bisnis yang akan dikurangi fokus pengembangannya.
“Semua sedang kami dorong. Tidak mungkin ada satu segmen yang dibiarkan turun karena kami harus memberikan yang terbaik di masing-masing lini,” tuturnya.
Menurut Amir, perkembangan bisnis CIMB Niaga menunjukkan tren positif karena pertumbuhan terjadi di berbagai segmen yang dimiliki perusahaan.
Untuk target hingga akhir 2026, CIMB Niaga menargetkan seluruh lini bisnis dapat terus berkembang, termasuk segmen korporasi, komersial, SME, individu, dan syariah.
“Targetnya masing-masing segmen harus tumbuh. Dalam kondisi yang cukup menantang seperti sekarang pun semuanya harus tetap berkembang dan menjadi salah satu yang terbaik,” kata Amir. (*)
Editor: Galih Pratama


