Poin Penting
- Sebanyak 91 persen transaksi CIMB Niaga kini dilakukan lewat OCTO, dengan fokus memperkuat layanan investasi
- OCTO mencatat 91 persen transaksi CIMB Niaga dan terus dikembangkan untuk meningkatkan loyalitas nasabah
- CIMB Niaga mengandalkan OCTO sebagai kanal utama transaksi dan memperdalam fitur investasi.
Jakarta – Aplikasi super app OCTO yang dimiliki PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus menunjukkan perkembangan.
Head of Digital Banking and Contact Center CIMB Niaga, Lusiana Saleh mengungkapkan, 91 persen transaksi di CIMB Niaga saat ini terjadi lewat aplikasi OCTO.
Lusi mengatakan, keberhasilan digital banking CIMB Niaga lewat OCTO tersebut tak bisa dipisahkan dari kondisi pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, yang mendorong pertumbuhan layanan digital banking.
“Itulah momentum kita akselerasi untuk transaksi digital. Karena terjadinya Covid, akselerasi terhadap transaksi digital, edukasi terhadap digital itu juga meningkat. Lalu, pembukaan tabungan juga sekarang kita sudah fokuskan semuanya lewat digital,” ucap wanita yang akrab disapa Lusi ini saat ditemui pasca acara Media Gathering OCTO Family di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.
Baca juga: CIMB Niaga Perkuat OCTO, Bidik Keluarga hingga First Jobber
Ia menyatakan, sejak terjadinya pandemi Covid-19, pihaknya sudah tidak lagi melihat habit nasabah untuk datang ke kantor cabang hanya untuk membuka tabungan. Proses mengantre dan menunggu di kantor cabang sudah digantikan dengan proses yang lebih efisien dan efektif lewat aplikasi.
“Semuanya bisa dilakukan menggunakan digital di mana saja dan kapan saja,” imbuh Lusi.
Lusi membeberkan, layanan transfer menjadi fitur terbanyak yang digunakan nasabah dalam aplikasi OCTO. Selanjutnya, fitur QRIS dan top up e-money/e-wallet, pembayaran tagihan, serta investasi.
Menurut Lusi, aplikasi super app OCTO tidak semata-mata ditujukan sebagai mesin penghasil pendapatan dalam jangka pendek. Perseroan justru mengedepankan strategi jangka panjang dengan menjadikan OCTO sebagai sarana memperkuat loyalitas nasabah.
Lanjutnya, OCTO diposisikan sebagai act of service yang mendorong nasabah semakin aktif menggunakan berbagai produk dan layanan CIMB Niaga.
Strategi tersebut diharapkan menciptakan hubungan yang lebih erat (sticky) antara nasabah dan bank sehingga mampu menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.
“Jadi, kalau kita bicara transfer saja sudah gratis pakai OCTO. Yang tadinya kita charge, sekarang sudah gratis pakai BI Fast. Jadi, kita sudah let go sama revenue di sana. Jangan fokus untuk satu produk yang kita sesuaikan dengan biaya, tapi kita lihat long term,” terangnya.
Pengembangan OCTO
Ke depan, CIMB Niaga akan memfokuskan pengembangan OCTO pada pendalaman layanan di segmen keuangan dan investasi guna mengakomodasi kebutuhan serta customer journey setiap nasabah.
Baca juga: BI Rate Naik Lagi, CIMB Niaga Beberkan Dampaknya ke Kredit dan Ekonomi
“Fokus kita kali ini memang tetap masih di sisi investasi. Kita akan deepening di sana. Makanya ada produk asuransi, produk-produk lain yang akan muncul juga di sisi investasi. Tapi fokusnya deepening, bukan perbanyak produk,” cetusnya.
Lusi menambahkan, fitur investasi emas di OCTO juga akan terus diperkaya melalui berbagai layanan tambahan, seperti fasilitas cetak emas, deposito emas, cicilan, dan fitur pendukung lainnya.
“Bukan tambahkan fitur, tapi gimana caranya kita deepening ke bawah supaya produknya makin rich. OCTO itu bedanya dengan digital banking atau aplikasi lainnya adalah kita melihat cerita customer journey dari point of view customer. Itu penting sih,” tandas Lusi. (*) Steven Widjaja


