Poin Penting
- Danamon Syariah fokus memperkuat ekosistem haji dan organisasi Muslim untuk mendorong pertumbuhan bisnis syariah.
- Aset Danamon Syariah mencapai Rp20 triliun, didukung pertumbuhan DPK dua digit dalam tiga tahun terakhir
- Semester I 2026 aset, pembiayaan, dan pendanaan masih tumbuh, sementara spin-off UUS masih dalam kajian.
Jakarta – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Danamon Indonesia Tbk terus memperkuat pembiayaan dan pendanaan pada ekosistem berbasis syariah, terutama sektor haji hingga organisasi masyarakat Muslim.
Syariah Funding Business Head Danamon, Merci Santi Adriani, membeberkan strategi dalam pengembangan bisnis syariah, antara lain fokus pada ekosistem yang memiliki keterkaitan kuat dengan prinsip-prinsip syariah, sekaligus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan segmen tersebut.
“Dari sisi Danamon Syariah sebagai Unit Usaha Syariah, kami akan terus mengembangkan pertumbuhan aset. Strateginya fokus pada beberapa ekosistem yang terkait dengan prinsip-prinsip syariah, terutama ekosistem haji dan organisasi Muslim,” kata Merci, di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Aset Danamon Syariah Capai Rp20 Triliun
Ia mengungkapkan, hingga saat ini aset Danamon Syariah telah menembus sekitar Rp20 triliun. Sementara, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dalam tiga tahun terakhir menunjukkan pergerakan positif dan menopang ekspansi bisnis syariah perseroan.
Baca juga: Tangkal Deepfake, Danamon Perkuat Keamanan Siber dengan AI dan Biometrik
“DPK kita pertumbuhan dalam tiga tahun terakhir cukup baik. Jadi kita tumbuh sebesar 2 digit secara persentase,” ujarnya.
Menurutnya, akselerasi pertumbuhan aset berjalan seiring dengan peningkatan penghimpunan dana masyarakat sehingga memperkuat kinerja Unit Usaha Syariah.
Merci menambahkan, hingga semester pertama 2026, Danamon Syariah masih membukukan pertumbuhan pada seluruh lini utama bisnis. Pertumbuhan ini mencakup aset, pembiayaan, maupun penghimpunan dana pihak ketiga.
“Semester pertama ini kami tetap tumbuh dari sisi aset, pembiayaan, maupun pendanaan. Pertumbuhannya masih cukup baik,” bebernya.
Roadmap Spin-off Masih Dikaji
Saat ditanya mengenai rencana pemisahan Unit Usaha Syariah (spin-off), Merci mengatakan Danamon masih mengkaji perkembangan pasar sebelum menentukan langkah tersebut.
Baca juga: Danamon Revisi RBB, Target Kredit Tumbuh 10-15 Persen di Akhir 2026 Tetap Dipertahankan
Ia bilang, perseroan hingga kini masih mencermati arah kebijakan regulator terkait pengembangan industri perbankan syariah.
“Kita lihat dari sisi roadmap dan perkembangan market. kami tetap fokus meningkatkan dan mengembangkan bisnis Unit Usaha Syariah,” akunya.
Perseroan juga belum memastikan apakah bakal melakukan spin-off pada 2027 sebagaimana dalam implementasi kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Nanti kita tunggu saja karena kita masih mengantisipasi juga sih. Tapi pada dasarnya kami secara internal kami tetap bertumbuh dan berkembang,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


