Poin Penting
- Danamon memperkuat keamanan siber dengan AI dan biometrik untuk menghadapi ancaman deepfake dan social engineering
- Pembukaan rekening digital kini memakai verifikasi biometrik dan terhubung ke Dukcapil
- Reset password dan pemantauan transaksi real time diperketat dengan AI dan verifikasi biometrik.
Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk terus memperkuat pondasi keamanan siber dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan biometrik dalam menangkal ancaman kejahatan siber, termasuk serangan berbasis deepfake dan social engineering.
Chief Digital Officer Danamon, Andreas Kurniawan, membeberkan, perseroan terus memperbarui kapabilitas sistem keamanan digital menyusul meningkatkan serangan siber di industri jasa keuangan.
“Di Bank Danamon dan grup, termasuk Adira dan Zurich, secara fungsi dan kapabilitas kita terus mengejar (perkembangan teknologi). Apa yang kita lakukan memastikan menggunakan teknologi terbaru,” kata Andreas, di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia menjelaskan, salah satu penerapan teknologi tersebut dilakukan perseroan, yakni pada proses pembukaan rekening secara digital.
Baca juga: Indonesia Tak Boleh Selamanya Bergantung pada Teknologi Siber Asing
Menurutnya, Danamon menggunakan teknologi biometrik untuk memastikan identitas calon nasabah sekaligus mencegah penyalahgunaan teknologi deepfake.
Selain verifikasi biometrik, kata Andreas, sistem pembukaan rekening juga terhubung dengan basis data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) guna memverifikasi identitas nasabah.
“Jadi yang pertama kami pastikan nasabah terdaftar di Dukcapil. Setelah itu kami memastikan secara biometrik bahwa yang membuka rekening benar-benar orang yang bersangkutan, bukan robot atau identitas palsu,” ujar Andreas.
Reset Password Kini Dilengkapi Verifikasi Biometrik
Tak hanya itu, lanjut Andreas, Danamon juga memperketat keamanan pada proses transaksi digital, termasuk saat nasabah melakukan reset password.
Baca juga: Tingkatkan Efisiensi-Ketahanan Bisnis, Perusahaan Didorong Modernisasi Infrastruktur TI
Apabila sebelumnya proses tersebut cukup menggunakan kode OTP melalui SMS atau email, kini Danamon menambahkan lapisan verifikasi biometrik.
“Kami ingin memastikan bahwa yang melakukan reset password benar-benar nasabah yang valid,” jelas Andreas.
AI Pantau Pola Transaksi Nasabah
Selain memperkuat autentikasi, kata Andreas, Danamon juga mengoperasikan sistem deteksi fraud berbasis AI untuk memantau pola transaksi nasabah secara real time.
Teknologi tersebut menganalisis kebiasaan transaksi setiap nasabah dan mendeteksi aktivitas yang dianggap tidak wajar.
Sebagai contoh, apabila seorang nasabah yang biasanya melakukan transfer dalam nominal kecil tiba-tiba menerima atau mengirim dana dalam jumlah sangat besar, sistem akan melakukan pemantauan lebih lanjut sesuai profil transaksi nasabah tersebut.
“Bukan hanya uang keluar yang kami pantau, tetapi juga dana yang masuk agar sesuai dengan profil transaksi nasabah,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


