Target Koperasi Desa Merah Putih Dipangkas jadi 40 Ribu
Kementerian Koperasi merevisi target jumlah Koperasi Desa Merah Putih yang dapat beroperasi hingga akhir 2026. Dari target awal sebanyak 80 ribu koperasi, pemerintah kini memperkirakan sekitar 40 ribu koperasi yang dapat beroperasi secara efektif.
Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan kelembagaan, pendanaan, sumber daya manusia, serta pembangunan sarana pendukung di berbagai daerah.
Meski target diturunkan, pemerintah menegaskan program tersebut tetap menjadi salah satu instrumen utama untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Menkop Minta Tambahan Rp1,34 Triliun untuk Percepat Operasional Kopdes Merah Putih
Yield SRBI Tenor 12 Bulan Melonjak ke 7,57 Persen
Kebijakan BI menaikkan suku bunga turut berdampak pada instrumen pasar keuangan. Dalam lelang yang digelar pada 10 Juni 2026, yield Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor 12 bulan meningkat menjadi 7,57 persen dari sebelumnya sekitar 7,2 persen.
Level tersebut bahkan berada di atas yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun yang saat itu berada di kisaran 7,2 persen.
Kenaikan yield menunjukkan meningkatnya daya tarik instrumen BI di tengah upaya menjaga stabilitas pasar keuangan dan menarik arus modal asing ke Indonesia.
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Terkoreksi
Perhatian pasar global tertuju pada perkembangan geopolitik setelah AS-Iran sepakat damai melalui nota kesepahaman (MoU) yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan sejumlah sanksi minyak Amerika Serikat terhadap Iran.
Kesepakatan yang dikonfirmasi pemerintah Iran tersebut dijadwalkan ditandatangani pada Minggu (14/6). Kabar itu langsung direspons positif oleh pasar energi global.
Harga minyak dunia terkoreksi ke kisaran US$83-86 per barel karena pelaku pasar menilai risiko gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah mulai berkurang. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis bagi distribusi energi global sehingga stabilitas kawasan tersebut menjadi faktor penting dalam pembentukan harga minyak dunia.
Baca juga: AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai, Ini Bocoran Isi Perjanjiannya
Pasar Menanti Data AS dan Hasil RDG BI
Setelah berbagai perkembangan tersebut, perhatian investor kini tertuju pada sejumlah agenda penting pekan depan. AS akan merilis data Retail Sales pada 17 Juni, disusul hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 18 Juni.
Pada hari yang sama, BI juga akan mengumumkan hasil RDG yang diperkirakan menjadi acuan penting bagi arah kebijakan moneter nasional setelah kenaikan suku bunga di luar jadwal.
Baca juga:
Dengan kombinasi kebijakan moneter yang lebih ketat, aktivitas penghimpunan dana korporasi, dan perkembangan geopolitik setelah AS-Iran sepakat damai, pelaku pasar akan terus mencermati arah pergerakan ekonomi global dan domestik dalam beberapa pekan mendatang. (*)


