Poin Penting
- Indonesia menargetkan menjadi negara nomor satu dalam pengembangan panas bumi dunia pada 2030
- Geothermal didorong untuk memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi energi
- Sebanyak 88 persen cadangan panas bumi belum dimanfaatkan, sehingga investasi dan WKP baru terus didorong.
Jakarta – Pemerintah menargetkan menjadi negara nomor satu dalam pengembangan energi panas bumi di dunia pada 2030. Target tersebut didorong melalui percepatan pemanfaatan potensi geothermal nasional.
Presiden Indonesian Geothermal Association (IGA), Julfi Hadi mengatakan, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar dan menjadi salah satu kekuatan strategis untuk mewujudkan swasembada energi.
“Indonesia mempunyai local resources, mempunyai indigenous resources yaitu panas bumi yang terbesar di dunia,” kata Jufri dalam opening forum Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, Rabu, 19 Agustus 2026.
Baca juga: Laba Bersih PGEO Naik 15,48 Persen pada Semester I 2026, Pendapatan Tembus USD235 Juta
Ia menjelaskan, percepatan pengembangan panas bumi semakin penting di tengah dinamika politik, geopolitik, dan ekonomi global. Pemanfaatan sumber daya lokal tersebut dirasa bisa memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi energi Indonesia.
Untuk bisa mengakselerasi geothermal, setidaknya terdapat tiga kunci utama. Pertama, menurut Julfi yakni memperkuat energy security atau ketahanan energi.
Kedua, mempercepat transisi energi, terutama karena karakter Indonesia sebagai negara kepulauan. Ketiga, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan industri pendukung geothermal di dalam negeri.
“Boost GDP hingga 8 persen dengan mendorong manufacture peralatan geothermal di Indonesia bukan lagi di luar negeri. Dengan mengurangi penggunaan BBM dan mempercepat transformasi dari fosil ke baseload geothermal dan mempercepat green economy,” bebernya.
88 Persen Cadangan Panas Bumi Belum Terutilisasi
Ia menegaskan, Indonesia perlu bergerak lebih agresif ke depan lantaran sebagian besar cadangan panas bumi nasional masih belum dimanfaatkan sepenuhnya.
Baca juga: Pertamina Geothermal Raih Fasilitas Trade USD75 Juta Tanpa Agunan dari Bank Mizuho
Menurutnya, percepatan tersebut menjadi syarat penting untuk merealisasikan visi 30.1, yakni menjadikan Indonesia sebagai negara nomor satu di dunia dalam pengembangan geothermal pada 2030.
Terkait target 30.1, dirinya membeberkan sejumlah langkah strategis, terutama terkait investasi dan pembukaan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) baru.
Ia bilang, saat ini kepercayaan investor terhadap sektor geothermal Indonesia terus menguat. Hal itu tercermin dari melonjaknya rencana pengeboran pada 2027 dan 2028 serta munculnya sejumlah Independent Power Producer (IPP) baru.
Pemerintah sendiri melalui Kementerian ESDM terus mendorong penyederhanaan proses pengembangan PSPE dan WKP.
Di lain sisi, PLN semakin aktif mendukung pengembangan panas bumi melalui program kemitraan dengan IPP maupun pengembang. (*)
Editor: Galih Pratama


