Poin Penting
- Pertamina Geothermal Energy mendapat fasilitas non-cash loan hingga 75 juta dolar AS tanpa agunan dari Bank Mizuho Indonesia.
- Fasilitas mencakup Bank Garansi, SBLC, L/C Impor, APF, dan revolving loan facility untuk mendukung operasional dan proyek panas bumi.
- Pendanaan memperkuat fleksibilitas pembiayaan PGE untuk mengejar target kapasitas terpasang mandiri 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034.
Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menandatangani Trade Facility Agreement dengan PT Bank Mizuho Indonesia. Kerja sama ini berupa fasilitas non-cash loan dengan plafon hingga 75 juta dolar AS yang diberikan tanpa agunan (clean basis), skema yang mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap profil risiko dan kinerja keuangan PGE.
Fasilitas tersebut merupakan fasilitas pinjaman dan trade tanpa komitmen (omnibus facility) yang mencakup fasilitas Bank Garansi, Standby Letter of Credit (SBLC), Letter of Credit (L/C) Impor, Account Payable Financing (APF), serta fasilitas pinjaman berulang (revolving loan facility). Kehadiran fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek panas bumi PGE.
Baca juga: Tiga Proyek Panas Bumi PGE Kantongi Pendanaan Internasional USD477,87 Juta
Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hutabarat, mengatakan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendanaan perusahaan sekaligus memperkuat fleksibilitas pembiayaan untuk mendukung agenda pertumbuhan jangka panjang.
“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Bank Mizuho Indonesia melalui fasilitas ini. Fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGE ke depan, sekaligus menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan,” ujar Fransetya, dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 25 Juli 2026.
Dukung Pengembangan Energi Bersih
Sementara itu, Direktur Marketing PT Bank Mizuho Indonesia, Heru Gautama Hatman mengatakan, kerja sama tersebut merupakan wujud komitmen Bank Mizuho Indonesia dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi jangka panjang dengan PGE.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan PGE kepada Bank Mizuho Indonesia. Kami berharap kerja sama ini bukan hanya menjadi fasilitas pembiayaan semata, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap ambisi PGE untuk menjadi salah satu contoh pengembangan panas bumi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” ungkapnya.
Baca juga: Dukung Dekarbonasi, PGE Hemat Energi 90.502 MWh Sepanjang 2025
Kerja sama dengan Bank Mizuho Indonesia, yang merupakan bagian dari salah satu grup jasa keuangan terbesar di Jepang, turut memperkuat ekosistem pendanaan hijau PGE yang sebelumnya telah didukung berbagai sumber pembiayaan, termasuk instrumen pendanaan berkelanjutan dan kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan internasional.
Kejar Target Kapasitas 1,8 GW
Sebagai world-leading geothermal producer sekaligus geothermal centre of excellence, PGE terus mengedepankan strategi pendanaan yang sehat dan prudent untuk memastikan keberlanjutan investasi pada proyek-proyek pengembangan panas bumi.
Melalui kolaborasi dengan berbagai institusi keuangan internasional, Perseroan memperkuat fondasi pendanaan guna mendukung target kapasitas terpasang yang dikelola mandiri mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.
Upaya tersebut memperkuat kontribusi PGE dalam mempercepat pengembangan panas bumi nasional sekaligus mendukung ketahanan dan swasembada energi Indonesia memasuki abad kedua pengembangan panas bumi. (*)
Editor: Yulian Saputra


