Poin Penting:
- Parlemen Iran menyiapkan RUU larangan kapal negara musuh memasuki Teluk tanpa izin.
- RUU itu bertujuan memperkuat kendali Iran atas Selat Hormuz dan keamanan kawasan.
- Ketegangan Iran dengan AS dan Israel masih membayangi pasokan energi global.
Jakarta – Parlemen Iran menyiapkan langkah keras terhadap kapal negara yang dianggap musuh. Rancangan undang-undang (RUU) baru melarang kapal militer dan komersial memasuki Teluk tanpa izin Teheran.
Kebijakan itu dinilai akan memperketat pengawasan jalur laut strategis kawasan. Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian dunia energi.
Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran, Ibrahim Azizi, menyebut rancangan itu sangat penting. Ia menilai aturan tersebut paling maju sejak nasionalisasi industri minyak Iran.
Baca juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Ini Syarat yang Harus Penuhi AS
Iran Perkuat Kendali Selat Hormuz
Menurut kantor berita pemerintah IRNA, Iran akan melarang kapal negara musuh melintasi Teluk tanpa persetujuan resmi. Larangan berlaku bagi kapal militer maupun komersial.
Azizi mengatakan rancangan itu disusun untuk memperkuat kewenangan Iran. Fokus utamanya berada pada pengendalian Selat Hormuz.
RUU tersebut juga mempertegas posisi Teheran di jalur energi dunia. Selat Hormuz menjadi rute utama perdagangan minyak internasional.
Iran Sebut RUU Dibuat Demi Keamanan Kawasan
Pada 9 Agustus, komisi parlemen menyetujui rancangan undang-undang tersebut. Informasi itu disampaikan juru bicara komisi, Hassan Ghashghavi.
Ia menyebut aturan itu bertujuan menjamin keamanan Selat Hormuz dan Teluk. Pemerintah juga mengaitkannya dengan pembangunan berkelanjutan kawasan.
Dengan dukungan komisi, pembahasan RUU memasuki tahap penting. Langkah ini menunjukkan keseriusan Iran mengatur akses maritim strategis.
Baca juga: Perang AS-Iran Bisa Berbulan-bulan karena Selat Hormuz, Ini Dampaknya ke Pasar
Ketegangan Iran Bayangi Pasokan Energi Global
Situasi kawasan masih tegang sejak perang AS-Israel terhadap Iran pecah akhir Februari. Teheran dan Washington belum mencapai kesepakatan final.
Ketidakpastian itu memperbesar kekhawatiran pasar energi global. Jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz terus diawasi ketat.
Penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung mengganggu rantai pasokan energi. Dunia kini menunggu dampak lanjutan dari langkah Iran tersebut. (*)
Editor: Galih Pratama


