Poin Penting
- Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) naik 24,89 persen pada hari kedua perdagangan setelah IPO.
- Dana hasil IPO akan digunakan untuk mengembangkan produk baru, termasuk kategori gummies.
- Manajemen optimistis inovasi produk dan fundamental yang kuat akan menopang pertumbuhan jangka panjang.
Jakarta – Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) melanjutkan tren positif pada hari kedua perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham emiten produsen makanan ringan tersebut dibuka di level Rp1.405 per saham atau naik 24,89 persen dibandingkan harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp900 per saham.
Penguatan tersebut memperpanjang reli sejak hari pertama pencatatan saham dan mencerminkan tingginya minat investor terhadap prospek bisnis perseroan.
Baca juga: IPO Niramas Utama (JELI) Oversubscribed 273,37 Kali
Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, mengatakan antusiasme pasar menunjukkan investor tidak hanya melihat kinerja historis perusahaan, tetapi juga prospek pertumbuhan jangka panjang yang didukung fundamental yang kuat, posisi pasar yang solid, dan strategi ekspansi yang berkelanjutan.
“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” ujarnya, dikutip Rabu, 8 Juli 2026.
Dana IPO JELI Difokuskan untuk Inovasi Produk
Adhi menjelaskan dana hasil IPO akan dialokasikan untuk memperkuat pengembangan produk baru sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Perseroan akan memfokuskan investasi pada pengembangan kategori gummies serta berbagai inovasi produk jeli yang dinilai masih memiliki potensi pasar besar di Indonesia.
“Dana hasil IPO akan kami gunakan untuk mendukung pengembangan berbagai produk baru, termasuk kategori gummies dan inovasi produk jeli lainnya. Kami melihat peluang pertumbuhan pasar masih sangat besar sehingga inovasi akan terus menjadi salah satu fokus utama Perseroan,” bebernya.
Baca juga: Resmi Melantai di Bursa, Harga Saham JELI dan JECX Kompak ARA
Fundamental Jadi Alasan Saham JELI Diapresiasi Investor
Sementara itu, CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menilai investor kini semakin selektif dalam memilih emiten yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.
Menurutnya, JELI memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari merek yang kuat, pangsa pasar yang dominan, kemampuan berinovasi, jaringan distribusi yang luas, hingga manajemen yang berpengalaman.
“Pasar saat ini semakin selektif dalam memilih perusahaan yang memiliki prospek jangka panjang. JELI memiliki kombinasi antara merek yang kuat, pangsa pasar yang dominan, kemampuan berinovasi, jaringan distribusi yang luas, serta manajemen yang telah berpengalaman menjalankan bisnis selama puluhan tahun,” tandasnya.
IPO Disambut Antusias Investor
Diketahui, pada penawaran umum perdana saham, JELI mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 273,37 kali pada porsi pooling, dengan jumlah partisipasi mencapai 630.491 investor.
Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan melepas 266 juta saham baru atau setara 21,01 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp900 per saham, yang merupakan batas bawah dari kisaran harga penawaran awal Rp900-Rp1.120 per saham sebagaimana tercantum dalam prospektus. (*
Sementara itu, harga penawaran ditetapkan sebesar Rp900 per saham, yang merupakan batas bawah dari kisaran harga penawaran awal sebesar Rp900–1.120 per saham sebagaimana tercantum dalam prospektus. (*)
Editor: Yulian Saputra


