Poin Penting
- JELI resmi IPO di BEI dengan dana Rp239,4 miliar, didukung oversubscribed 273,37 kali dari 630.491 investor
- Dana IPO JELI difokuskan untuk ekspansi produksi, belanja modal, pembayaran utang, dan modal kerja
- Sebanyak 56,70 persen dana IPO dialokasikan ke anak usaha PT NPS untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan jelly.
Jakarta – PT Niramas Utama Tbk (JELI) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (7/7), melalui skema Initial Public Offering (IPO). JELI menjadi emiten kedua yang melantai di BEI pada 2026.
Minat investor terhadap IPO JELI terbilang tinggi. Penawaran saham perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 273,37 kali pada porsi pooling, dengan jumlah partisipasi mencapai 630.491 pemesan.
Dalam aksi korporasi ini, perseroan melepas 266 juta saham baru atau setara 21,01 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Sementara itu, harga penawaran ditetapkan sebesar Rp900 per saham, yang merupakan batas bawah dari
kisaran harga penawaran awal sebesar Rp900–1.120 per saham sebagaimana tercantum dalam prospektus.
Baca juga: BEI Targetkan Lebih dari 1.100 Emiten IPO pada 2030
Melalui penawaran umum perdana saham ini, JELI berhasil menghimpun dana sebesar Rp239,4 miliar sebelum dikurangi biaya emisi
Direktur JELI, Adhi S. Lukman, menyampaikan pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia merupakan tonggak penting dalam perjalanan perusahaan sekaligus menjadi awal fase pertumbuhan sebagai perusahaan terbuka.
“Kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab bagi perseroan untuk terus menjaga kinerja, memperkuat tata kelola perusahaan, dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” ucap Adhi dalam sambutannya di Jakarta, 7 Juli 2026.
Alokasi Dana IPO JELI
Dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham akan digunakan untuk mendukung strategi pertumbuhan perseroan dengan alokasi untuk empat tujuan utama.
Porsi terbesar sekitar 56,70 persen akan disertakan sebagai modal kepada PT NPS selaku perusahaan anak untuk belanja modal.
Hal tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly dalam mendukung permintaan domestik dan ekspor kategori yang menjadi katalis pertumbuhan baru bagi perseroan pasca-IPO.
Baca juga: Pekan Depan Ada 6 IPO Baru di BEI, Simak Harga Penawaran dan Jadwalnya
Selanjutnya, sekitar 10,04 persen akan digunakan untuk belanja modal, berupa pembelian mesin dan peralatan produksi, mencakup peningkatan kapasitas gudang serta efisiensi logistik.
Lalu, sebesar 10,90 persen diarahkan untuk pembayaran sebagian utang jangka pendek. Sisanya sekitar 22,36 persen akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung kelancaran operasional dan pertumbuhan usaha. (*)
Editor: Galih Pratama


