Poin Penting
- ADHI membukukan laba bersih Rp8,49 miliar pada semester I 2026, naik 12,57 persen secara tahunan.
- Pendapatan ADHI turun 18,36 persen menjadi Rp3,11 triliun akibat penurunan hampir seluruh segmen usaha.
- Total aset ADHI menyusut menjadi Rp27,52 triliun per 30 Juni 2026.
Jakarta – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp8,49 miliar pada semester I 2026.
Realisasi tersebut meningkat 12,57 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,54 miliar.
Di sisi lain, pendapatan ADHI justru turun 18,36 persen menjadi Rp3,11 triliun dari Rp3,81 triliun pada semester I 2025. Penurunan ini terjadi karena hampir seluruh segmen pendapatan perseroan mengalami pelemahan.
Baca juga: Adhi Karya Percepat Pembangunan Huntara untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), segmen teknik dan konstruksi masih menjadi kontributor terbesar pendapatan ADHI. Namun, pendapatan dari segmen tersebut turun 14,88 persen menjadi Rp2,65 triliun dari sebelumnya Rp3,11 triliun.
Lebih lanjut pada periode yang sama, segmen properti dan pelayanan juga mengalami penurunan. Pendapatan dari segmen tersebut turun menjadi Rp154,84 miliar dari Rp176,55 miliar pada semester I 2025.
Sementara itu, pendapatan segmen manufaktur merosot 56,57 persen menjadi Rp166,46 miliar dari Rp383,26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hanya segmen investasi dan konsesi yang mencatat pertumbuhan tipis. Pendapatan dari segmen tersebut naik menjadi Rp138,43 miliar dari Rp136,14 miliar.
Seiring dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan ADHI juga menyusut menjadi Rp2,41 triliun pada semester I 2026 dari Rp3,23 triliun pada enam bulan pertama 2026.
Total Aset ADHI Menyusut
Dari sisi beban usaha, beban umum dan administrasi ADHI tercatat sebesar Rp377,74 miliar pada semester I 2026, turun tipis dari Rp378,21 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebaliknya, beban penjualan meningkat menjadi Rp6,50 miliar dari Rp5,80 miliar.
Baca juga: Adhi Karya (ADHI) Tanggapi Rencana Gubernur Pramono Bongkar Tiang Monorel Mangkrak
Adapun total aset ADHI per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp27,52 triliun, menyusut dari Rp28,79 triliun pada periode sebelumnya.
Dari total aset tersebut, jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp24,21 triliun, sedangkan ekuitas mencapai Rp3,31 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


